Aher Janji Tertibkan Sistem Kerja Kontrak

  • Whatsapp

 

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, berorasi di depan para buruh yang berdemo depan Gedung Sate Bandung, Rabu (3/10) siang. (AVILA DWIPUTRA/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Gubernur Jawa Barat akhirnya berdiri di depan para buruh yang melakukan aksi demo di Gedung Sate, Rabu (3/10). Di panggung atas mobil bak terbuka, dirinya menyampaikan beberapa program untuk menyelesaikan permasalahan para buruh, terutama sistem kerja kontrak/outsourcing.

Dalam orasinya, Aher merunut kepada Moratorium Perjanjian Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) dan Outsourcing, yang berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 13/2003 dan amar putusan Mahkamah Kontitusi No 27/PUU-9/2011. “Sebagai upaya menarik investor di Jawa Barat, maka perlu dilakukan penertiban PKWT/kontrak/outsourcing yang dilakukan tiap perusahaan,” ujar Heryawan, di depan ribuan para buruh se-Jabar, Rabu siang.

Aher juga memberikan 2 program untuk mengatasi masalah yang menjadi keluhan para buruh setiap saat. Pertama, melakukan moratorium terhadap PKWT/kontrak/outsourcing. Yang kedua, mengefektifkan posko outsourcing di setiap kabupaten/kota se-Jabar.

“Kita ingin memberikan manfaat bagi semua pihak. Dunia kerja tidak akan berkembang tanpa tenaga kerja. Dan pengusaha juga tidak ada tanpa pekerja atau buruh,” lanjutnya.

Ditambahkan Aher, harus dibuat hubungan harmonis antara pengusaha dan buruh. Bila pengusaha mendapatkan untung, buruh juga harus merasakan hal yang sama, dan sejahtera. “UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) bagi buruh akan kita tingkatkan demi kesejahteraan para buruh,” janjinya.

Heryawan juga menginginkan, adanya jaminan keamanan dan kepastian hukum bagi para investor yang akan mengucurkan uangnya di Jabar. Bila kedua elemen itu ada, ditambahkan Aher, investor luar negeri akan datang ke Tatar Pasundan. Maka itu, pihaknya akan membangun regulasi bagi para buruh di Jabar, agar mereka hidup sejahtera. “Pengusaha dan buruh adalah komponen penting di perusahaan. Tidak ada buruh, pengusaha rugi. Begitu juga sebaliknya,” tegasnya.

Setelah melakukan orasi, Heryawan mengeluarkan slogannya, yaitu “Sabisa-bisa kudu bisa, pasti bisa” yang diikuti para buruh. Heryawan turun panggung sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelum membubarkan diri, para buruh yang terdiri dari beberapa organisasi, seperti SPSI, KASBI, FSPMI, dan lainnya, melakukan doa bersama. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts