Friday , 6 December 2019
Home » Lifestyle » Agustus, Hunian Hotel Hanya 41,97 Persen

Agustus, Hunian Hotel Hanya 41,97 Persen

Savoy Homann Bidakara Hotel, salah satu hotel terkemuka di Bandung. Secara keseluruhan, hunia hotel terbilang rendah. (SKYSCRAPERCITY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pertambahan jumlah hotel di Kota Kembang rupanya tak sejalan dengan tingkat hunian itu sendiri. Faktanya, tingkat penghunian hotel (TPK) di Jabar tak pernah tinggi untuk semua hotel. Sepanjang Agustus 2012 kemarin misalnya, TPK Jabar tercatat hanya 41,97 persen. Angka ini menurun 5,83 poin dari Juli 2012 sebesar  47,80 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Gema Purwana mengungkapkan, penurunan TPK terjadi merata hampir di setiap hotel berbintang. Gema tidak memungkiri ada sejumlah hotel yang memiliki okupansi di atas 80 persen. Namun begitu, masih banyak hotel berbintang lainnya yang memiliki TPK rendah.

“Memang kami juga punya TPK hotel yang tinggi, bahkan di atas 80 persen. Cuma saja, kami menghitung secara keseluruhan selama sebulan. Sementara itu, angka yang kerap muncul di media pada umumnya saat akhir pekan atau peak season yang rata-rata memang tinggi. Kami juga menghitung semua hotel berbintang, dari bintang satu sampai bintang lima. Setelah dihitung rata-rata, keluar angka yang kecil tadi,” terang Gema.

Di sisi lain, TPK hotel nonbintang pada Juli 2012 tercatat 36,09 persen, sedangkan pada Juni tercatat  39,40 persen. TPK tertinggi pada Juli 2012 terjadi pada hotel dengan kelompok kamar 41-100 dengan TPK 39,11 persen, sedangkan pada bulan Juni TPK tertinggi terjadi pada kelompok kamar kurang dari 10 dengan besaran TPK lebih besar yaitu 46,85 persen.

BPS juga mencatat, rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang pada Juli 2012 selama 2,20 hari. Sedangkan hotel nonbintang selama 1,59 hari. Adapun tamu asal Indonesia rata-rata hanya selama 1,44 hari menginap di hotel berbintang dan 1,36 hari di hotel nonbintang.

Sejauh ini, imbuh Gema, kedatangan tamu mancanegara melalui Bandara Husein Sastranegara lebih mendominasi dibanding kedatangan melalui pelabuhan. Sayangnya, BPS kesulitan mencatat kedatangan wisatawan melalui jalan darat.

“Pada Juli 2012, kedatangan dari Bandara Husein mengalami penurunan 24,49 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada Juli 2012, wisman yang datang melalui pintu masuk Bandara Huseen tercatat 11.642 wisman, sedangkan Juni tercatat sebanyak  15.417 wisman. Sedangkan wisman yang datang melalui pelabuhan Muarajati Cirebon juga mengalami penurunan dari  116 wisman pada Juni 2012 menjadi 94 wisman pada Juli 2012 atau turun sebesar 18,97 persen,” papar Gema.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya permainan angka TPK oleh pengelola hotel, Gema mengaku tidak bisa memberikan penilaian. Yang pasti, pihaknya mencatat secara cermat sesuai data yang dilaporkan dari pengelola selama sebulan. Gema memperkirakan TPK akan kembali menurun sejalan keluarnya kebijakan anggaran lembaga pemerintah terkait penyelenggaraan pertemuan-pertemuan.

“Sebelumnya banyak kementerian dari Jakarta yang melakukan rapat atau pertemuan di Bandung. Ke depan, hal itu akan sulit karena kebijakannya berubah,” Gema menambahkan.(NJP)