Thursday , 21 November 2019
Home » Bandung Raya » Adhie Fardianto Ketua DGCI Chapter Bandung Raya

Adhie Fardianto Ketua DGCI Chapter Bandung Raya

Adhie Fardianto (mengepalkan tangan) terpilih menjadi VPC DGCI Bandung Raya. DGCI merupakan komunitas riser Datsun Go/Go+ di Indonesia. (NAJIP HENDRA SP/JABARTODAY.COM)
Adhie Fardianto (mengepalkan tangan) terpilih menjadi VPC DGCI Bandung Raya. DGCI merupakan komunitas riser Datsun Go/Go+ di Indonesia. (NAJIP HENDRA SP/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Komunitas pemilik Datsun Go/Go+ Nusantara, Datsun Go+ Community Indonesia (DGCI) Chapter Bandung Raya, resmi memiliki nakhoda baru Adhie Fardianto. Adhie terpilih setelah memenangkan 2/3 suara pada pemilihan langsung saat Musyarawah Chapter (Muschap) I DGCI Bandung Raya yang berlangsung secara akrab di Trends Cafe, Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Minggu 31 Juli 2016. Sebelumnya, DGCI Chapter Bandung Raya dipimpin Dimas Pratama yang berhenti setelah dipromosikan menjadi Vice President of DGCI (VPOD) atau Wakil Ketua Umum DGCI Pusat.

Muschap I dihadiri 79 member DCGI Bandung Raya, terdiri atas para pendiri, penasehat, member aktif, dan President of DGCI (POD)  alias Ketua Umum DGCI Pusat. Sementara member DGCI Bandung Raya secara keseluruhan berjumlah 181 orang. Jumlah tersebut mengantarkan Bandung Raya sebagai chapter DGCI dengan jumlah member paling jumbo di tanah air. Per Juli 2016 ini, DGCI tercatat memiliki chapter di 46 daerah dengan jumlah anggota lebih dari 2.000 orang.

Dalam paparan visi dan misinya, Adhie yang sebelumnya malang-melintang di berbagai organisasi ini berjanji untuk berusaha menjadikan DGCI Bandung Raya sebagai center of exellence sekaligus barometer komunitas otomotif di Kota Kembang dan sekitarnya. Anggota DGCI, imbuh Adhie, harus menjadi panutan bagi komunitas lain maupun pengguna kendaraan bermotor lainnya. Salah satunya dengan cara senantiasa menaati tertib tertib berlalulintas di jalan raya.

Di samping itu, Adhie berjanji untuk menjadikan DCGI sebagai organ masyarakat yang senantiasa memberikan perhatian pada masalah-masalah kemanusiaan. Kepedulian ini diwujudkan dengan aktif melaksanakan program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat maupun terjun langsung ke daerah bencana manakala terjadi bencana alam.

“Sebagai komunitas otomotif, kita tentu tidak melulu ngagugulung otomotif. Kita akan berusaha lebih peduli kepada masyarakat. Dengan begitu, kehadiran DGCI bisa dirasakan manfaatnya bukan hanya oleh member, melainkan oleh masyarakat. Pada saat yang sama, DCI Bandung Raya menjadi dapur kreativitas bagi anggotanya. Ini bukan tanpa alasan karena sebelumnya DGCI Bandung Raya sukses melahirkan sejumlah instrumen otomotif yang mampu memompa performa kendaraan,” papar Adhie di hadapan peserta Muschap I DGCI Bandung Raya.

Baca Juga:  Tahura Djuanda Dago Jadi Lautan Risers Datsun

Meski begitu, Adhie tidak menafikan pentingnya aspek fun atau kegembiraan dalam komunitas. Karena itu, Adhie berjanji untuk langsung merumuskan program-program yang mampu mempererat kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan (KPK) di kalangan anggota. Perpaduan antara kegembiraan, kreativitas, dan kepedulian inilah yang diharapkan menjadi penopang utama visi DGCI Bandung Raya dalam dua tahun periode kepengurusan.

Tagline yang saya usung adalah fun (gembira), creative (kreatif), care (peduli). Dengan kerjasama tim, saya optimistis DGCI Bandung Raya mampu mewujudkan visi menjadi yang terbaik melalui program-program yang menyenangkan, kreatif, dan senantiasa peduli kepada masyarakat. Jargon ini diharapkan lebih memperkuat tata nilai yang hidup dalam keluarga DGCI, yakni KPK atau kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan,” jelas karyawan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat  ini.

Seorang Organisatoris

Perjalanan Adhie Fardianto menjadi orang nomor satu di DGCI Bandung Raya memang sudah diperkirakan sebelumnya. Nama Adhie santer muncul dari sejumlah member yang aktif dalam grup percakapan WhatsApp DGCI Bandung Raya. Dari tujuh nama yang diusulkan, nama Adhie paling banyak muncul di samping nama kompatriotnya, Didan Nurdiansyah. Dua nama ini pula yang meraih suara tertinggi pada Muschap I. Dari 75 pemilik suara, 50 di antaranya memilih Adhie. Didan berada di posisi kedua dengan 18 suara. Sementara sisanya tersebar ke lima tiga calon lainnya.

Salah satu pertimbangan Adhie untuk dipilih menjadi Vice President Chapter (VPC) atau Ketua DGCI Chapter Bandung Raya adalah rekam jejaknya dalam berorganisasi. Sebelum bergabung dengan DGCI, Adie sudah terlebih dahulu aktif di beragam organisasi, mulai di tingkat sekolah, olahraga, hingga kepanduan. Di almamaternya, SMA Negeri 20 Bandung, Adhie dipercaya menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Pradana (sebutan khas Pramuka untuk ketua tingkat Pandega) Gugus Depan Gerakan Pramuka 07051. Jabatan serupa dengan nama berbeda juga disandangnya saat aktif  di Gerakan Pramuka SDPN Sabang maupun SMP Negeri 44 Bandung. Memasuki usia dewasa, Adhie aktif membina anggota muda sekaligus aktif sebagai salah satu Andalan di Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bandung Wetan.

Baca Juga:  Tahura Djuanda Dago Jadi Lautan Risers Datsun

Di dunia olahraga, Adhie merupakan atlet cabang olahraga softball dan baseball di klub profesional Doberman. Selain atlet, Adhie juga mendapat kepercayaan menjadi ketua di klub ternama softball dan baseball tersebut. Adhie setia menekuni hobinya bermain baseball dan softball ketika mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Padjadjaran (Unpad). Di almamaternya tersebut Adhie berhasil memimpin Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga baseball dan softball. Berkat tangan dingin Adhie, Unpad berhasil menjadi juara dalam sejumlah kejuaraan baseball dan softball di tingkat nasional. Sebut saja misalnya saat menjadi juara pertama pada kejuaraan nasional tingkat mahasiswa di Universitas Gajah Mada (UGM) pada 2011 lalu. Selain di tingkat klub dan universitas, Adhie juga tercatat sebagai pengurus Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Pengurus Cabang Kota Bandung pada 2003-2005 lalu.

Berbekal seabrek pengalaman itu, Adhie optimistis mampu memimpin DGCI Bandung Raya hingga dua tahun ke depan. Menyoal keberadaannya yang kini tengah bertugas di salah satu kota di Jawa Barat, Adhie mengaku tidak menjadi masalah. Alasannya, organisasi modern tidak melulu harus berkutat dengan pertemuan fisik. Pertemuan koordinasi bisa berlangsung secara intensif dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Selain memanfaatkan teknologi informasi, kunci sukses organisasi juga ditopang oleh distribusi tugas dan wewenang di antara pengurus. Saya tidak bekerja sendirian. Ada tim yang siap bahu-membahu menyukseskan setiap program. Walaupun begitu, saya setiap pekan pasti di Bandung. Keluarga saya ada di Bandung. Insya Allah semuanya akan berjalan baik dan lancar,” pungkas pemilik gelar magister untuk bidang manajemen bisnis ini.(NJP)