Home » Info Jabar » 326 Desa di Jawa Barat Berstatus Desa Tertinggal

326 Desa di Jawa Barat Berstatus Desa Tertinggal

Ilustrasi Desa Tertinggal
Ilustrasi Desa Tertinggal

JabarToday.com, Bandung — Sebanyak 326 desa di Provinsi Jawa Barat berstatus tertinggal. Padahal, Indeks Desa Membangun (IDM) Jawa Barat yang menjadi indikator dalam penetapan status desa di Indonesia terus memperlihatkan grafik menanjak.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jabar, Dedi Supandi, dari jumlah tersebut, 45 di antaranya berada di Kabupaten Bogor.

Dedi mengatakan, indikator desa ada lima, yakni sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Saat ini, desa sangat tertinggal dipastikan tak ada lagi.

Jumlah desa dengan status mandiri meningkat dari 37 menjadi 98 desa. Jumlah status desa maju bertambah menjadi 1.232 desa. Bahkan, saat ini sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal.

“Dengan beberapa program, sekarang jadi 98 desa mandiri. Berarti ada kenaikan itu hampir 100 persen dari 37 desa mandiri,” katanya, Kamis (10/10/2019).

“Tahun 2018 itu desa sangat tertinggal ada 48, lalu ini 2019 sudah nol. Itu berdasarkan penilaian Kemendes, bukan kami,” kata Dedi.

Ia menuturkan, untuk status desa tertinggal pada 2018 tercatat 929 desa dan menurun jumlahnya menjadi 326 desa pada 2019. Khususnya di Kabupaten Bogor, sejauh ini terdapat 45 desa.

“Kalau kita jumlahkan, status desa tertinggal di Bogor 45, Jonggol ada, Jasinga, Parungpanjang, Tenjo, rata-rata itu desa perbatasan,” ucapnya.

Menurutnya, Pemprov Jabar menyiapkan strategi untuk menaikkan status desa tertinggal. Pihaknya mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah perbatasan.

Secara nasional, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sebanyak 14.461 desa atau 19,17 persen dari total 75.436 desa yang ada di Indonesia masih berstatus tertinggal. Desa yang tergolong mandiri baru sebanyak 5.606 desa atau 7,43 persen, sisanya merupakan desa berkembang.

Berdasarkan data BPS, jumlah desa tertinggal sebesar 19.750 desa, desa mandiri 2.8954 desa, dan desa berkembang 51.026 desa.

Desa Tertinggal atau bisa juga disebut dengan Desa Pra-Madya adalah Desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi tetapi belum, atau kurang mengelolanya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya.

Menurut Perpres No 131/2015 tentang Daerah Tertinggal, Daerah Tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.

Suatu daerah ditetapkan sebagai Daerah Tertinggal berdasarkan kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibiltas, dan karakteristik daerah. (jt2/rep/dtc).*

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *