
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Menjelang Idul Fitri, Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan penertiban para pedagang kaki lima. Selasa (22/7/2014), kawasan Cicadas menjadi sasaran penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang dibantu pihak TNI/Polri.
Camat Cibeunying Kidul Denny Sani yang hadir di lokasi, menilai, penertiban ini memang harus dilakukan, karena sudah menganggu lalu lintas di sekitarnya. “Ini sudah berapa kali ditertibkan, tapi susah. Kurang lebih sudah hampir satu tahun, kita selalu melakukan pembenahan,” ujar Denny.
Menurut Denny, di wilayahnya tinggal kawasan ini yang belum rapi dari para PKL. Dan ia menyambut baik apa yang dilakukan Satpol PP. Ia menepis tudingan kegiatan ini hanya dilakukan menjelang Lebaran. “Wayahna jualan di tempat semestinya, karena Bandung ini tempatnya terbatas. Jadi berjualan jangan sampai mengganggu lalu lintas. Selain memacetkan, kalau berjualan di bahu jalan takut ada kecelakaan,” urainya.
Meski begitu, penertiban yang dilakukan Pemkot Bandung dianggap salah oleh para PKL. Pasalnya, pemerintah tidak memberi waktu kepada mereka untuk membereskan dagangannya sendiri.
“Kami juga mendukung kawasan Cicadas bersih, bisa tertata. Tapi, kalau mau ada penertiban, tolong beritahu dulu, minimal seminggu sebelumnya, kan ini mah gak ada,” keluh Ketua PKL Wilayah Cicadas, Ujang.
Disinggung tidak adanya sosialisasi dari Pemkot Bandung, terutamanya Satpol PP, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung M. Teddy Wirakusumah, membantah hal tersebut. Sebab, dikatakan Teddy, yang dilakukan para PKL itu melanggar Peraturan Daerah K3, sehingga tidak diperlukan imbauan.
“Biarkan. Kalo peraturan kan sudah lama, Perda K3 itu. Itu tidak perlu ada sosialisasi. Sebab sudah jelas-jelas melanggar,” tukas Teddy.
Pihaknya, ditegaskan Teddy, akan terus melakukan penertiban dan akan memprioritaskan para pedagang yang memenuhi bahu jalan. Lapak-lapak milik PKL akan disita dan pedagangnya akan dikenakan tindak pidana ringan.
“Mengenai relokasi, kita masih cari-cari dulu. Salah satu opsinya di taman hiburan. Kalau sudah ketemu kita sosialisasi,” tutupnya. (VIL)