Home » Spektakuliner » Ngobrol Properti Syar’i Sambil Ngopi

Ngobrol Properti Syar’i Sambil Ngopi

Pengunjung yang hadir ke tempat ini ditemani oleh Direktur Marketing, Sharia Kamojang Hills, Kang  Ajat Sudrajat dan Direktur HRD Sharia Kamojang Hills, Kang Dede. Selain mendapatkan informasi tentang pola bisnis properti syariah, pertanian dan bisnis kopi serta pohan aren alias kawung, para pengunjung juga bisa melakukan tanya jawab dengan para narasumber.

Owner Coffee Areniss and Store, Santosa mengatakan, kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan setiap hari. Pihaknya membagi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan hari Senin-Jumat pukul 15:30 – 17.30 WIB. Sedangkankan untuk sesi kedua dilaksanakan pukul 19.00 -21.00 WIB. “Insya Allah acara setiap hari Senin sampai Jumat, bertempat di Bumi Kawung Areniss Coffee and Store, Jalan Patriot No.30, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Kami menyediakan kopi Garut secara cuma-cuma kepada pengunjung,” ujar pria yang akrab disapa Kang Osa atau Joe Santos ini kepada LogikaNews.Com.

Osa menjelaskan dalam acara itu juga dibahas tentang potensi lokal Garut yakni komoditi Kopi, Kawung, Duren, peternakan Domba dan property syariah. “Jadi dalam obrolan ini, kami menggabungkan property syariah dengan agrobisnis terintegritas. Dalam hal ini, perlu kami tegaskan bahwa syariah yang dimaksud adalah melakukan jual beli berdasarkan syariat Islam yang jauh dari sifat riba,” ungkapnya.

Pelaku Kopi di Kabupaten Garut, Indra menambahkan,  di era globalisasi perkembangan bisnis nampaknya sulit keluar dari riba. Untuk itu, dirinya sangat setuju apabila ada pihak-pihak tertentu di Kabupaten Garut yang memiliki upaya mengeluarkan masyarakat Garut dari jeratan riba. “Sudah dapat kopi gratis, kita juga mendapatkan pemahaman tentang pola dan manajemen bisnis berdasarkan syariat Islam. Banyak keuntungan yang diperoleh, dan tentunya kami semua memiliki saudara baru di tempat ini,” paparnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini masyarakat bisa memiliki rumah dengan konsep syariah dan harga terjangkau yang tergabung dengan bisnis agrobisnis terintegrasi. Masyarakat juga bisa mendalami dan paham sekaligus menerapkan niaga secara Islami. “Melalui obrolan santai di tempat ini, mudah-mudahan banyak masyarakat yang terlena dengan bank konvensional, bisa beralih budaya dengan mengoptimalkan lahannya dengan konsep menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dengan lebih tertata sesuai syariat islam,” pungkasnya. (than)

Komentar

komentar