ojk
Home » Headline » BEM SI Jabar: Indonesia Belum Berdaulat

BEM SI Jabar: Indonesia Belum Berdaulat

JABARTODAY.COM-BANDUNG. Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI Jawa Barat pada hari Senin (13/08/18) melakukan Aksi Massa. Di mulai dari Monumen Perjuangan Jawa Barat dan dilanjutkan menuju Gedung Sate dan DPRD Provinsi Jawa Barat.

Massa aksi ini hadiri perwakilan dari Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Telkom University, Politeknik STT Tekstil, dan Institut Koperasi Indonesia.

“Aksi kita kali ini merupakan akumulasi dari sederet Dosa Pemerintah kepada Rakyat. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, maraknya tenaga kerja asing di saat jumlah pengangguran banyak, mahalnya harga bahan pokok, kesejahteraan guru yang memprihatinkan, penegakan hukum yang tidak tegas dan lainnya. ,Ini menandakan bahwa di 73 Tahun Indonesia Merdeka sejati nya bangsa kita belum berdaulat!” tegas Fauzan, Presiden BEM UPI yang juga Kordinator Wilayah Jawa Barat BEM SI.

Seluruh Mahasiswa BEM SI Jawa Barat diterima untuk menyampaikan aspirasi oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Haris Yuliana, dan Anggota Komisi 1, Yusuf Puad.

Di akhir audiensi, Pimpinan DPRD Jawa Barat menandatangani Pakta Integritas terkait tentang bersedia dan berkomitmen menindaklanjuti aspirasi BEM SI Jabar kepada Pemerintah terkait dan memfasilitasi diskusi langsung antara BEM SI Jabar dengan Gubernur Jawa Barat terpilih dan pejabat terkait.

Presiden BEM Telkom University, Wahyu yang jugaKordinator Lapangan Aksi menjelaskan bahwa aliansi BEM SI Jawa Barat tetap berkomitmen untuk mengawal jalannya roda pemerintahan.

“Kami membawa satu narasi besar yaitu Wujudkan Kedaulatan NKRI yang dimana didalamnya mencakup isu ekonomi, pendidikan, tenaga kerja, transportasi, dan ekonomi kerakyatan. Gerakan ini tentunya murni gerakan mahasiswa sebagai pengontrol dan penyambung lidah rakyat. Alhamdulillah, kami bisa mengantarkan aspirasi ke dewan perwakilan rakyat daerah. Semoga ada tindak lanjut yang cepat, agar berjalan nya kehidupan masyarakat yang adil dan berdaulat,” ujarnya. (ruz)

Komentar

komentar