Home » Politik » DPP Demokrat Tugaskan Nurul-Rully Lakukan Konsolidasi

DPP Demokrat Tugaskan Nurul-Rully Lakukan Konsolidasi

 

Nurul Arifin dan Chairul Yaqin Hidayat memberikan keterangan terkait penunjukkan mereka sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota Bandung, Jumat (10/11). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menugaskan bakal calon walikota dan wakil walikota Bandung, Nurul Arifin dan Chairul Yaqin Hidayat yang biasa disapa Rully untuk melakukan konsolidasi terkait pilkada Kota Bandung yang digelar Juni 2018 mendatang.

“DPP Demokrat belum mengeluarkan surat rekomendasi untuk mendukung pasangan bakal calon tersebut, baru surat tugas komunikasi politik selama empat belas hari kedepan untuk perkuatan dan perbesar koalisi,”  ungkap Nurul Arifin didampingi Rully Hidayat, dalam konferensi pers, di Jalan Dipati Ukur Bandung, Jumat (10/11).

Nurul menjelaskan, surat yang dikeluarkan DPP Demokrat bukan surat keputusan yang menetapkan pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Bandung, yang diusung partai lambang mercy ini. “Hingga saat ini, DPP Demokrat belum membuat keputusan apapun terhadap bakal calon tertentu terkait pilkada Kota Bandung,” kata Nurul.

Menjawab pertanyaan awak media, apakah surat tugas itu sebagai prasyarat bakal mendukung mereka pada pilkada mendatang? Rully menukas, surat tugas itu sifatnya penugasan untuk melakukan konsolidasi upaya pemenangan serta strategi dalam pilkada. “Jangan salah artikan. Surat tugas  itu salah satunya meminta untuk berkoordinasi dengan kader partai koalisi,” terang Rully.

Di kesempatan sama, Ketua DPD Golkar Kota Bandung Deden Y Hidayat menyampaikan, untuk pilkada Kota Bandung, Golkar mendorong salah satu kader terbaik untuk maju dalam bursa pesta demokrasi lima tahunan itu. Sehingga, jauh-jauh hari DPP sudah menugaskan Nurul Arifin lakukan komunikasi politik dan penjajakan pendampingnya. Dukungan itu didasarkan pada hasil survei, dimana Nurul Arifin menempati urutan pertama, dalam popularitas dan elektabilitasnya juga memiliki persentase yang menjanjikan.

“Saat ini, Partai Golkar menunggu SK penetapan paket dari DPP Demokrat termasuk mendapatkan kepastian koalisi dukungan,” pungkas Deden. (edi)

Komentar

komentar