Home » Headline » Soal Pilwalkot Bandung, Golkar Tetap Buka Pintu Koalisi. Tapi, Ada Syaratnya

Soal Pilwalkot Bandung, Golkar Tetap Buka Pintu Koalisi. Tapi, Ada Syaratnya

Nurul Arifin (syal hitam), sesaat sebelum menyerahkan berkas pencalonannya menjadi Calon Walikota Bandung di DPD Partai Golkar Kota Bandung, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, beberapa waktu lalu.
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Teka teki mengenai pendamping Kandidat Walikota Bandung 2018-2023 dalam ajang Pemilihan Walikota Bandung 2018, yang diusung Partai Golkar, Nurul Arifin, sudah terkuak. Aktris sekaligus politisi berambut pendek itu akhirnya berpasangan dengan kader Partai Demokrat, Choirul Yaqin Hidayat, berdasarkan putusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat pada Kamis (9/11) malam.

Kendati demikian, ternyata, pasangan iniasih membuka pintu dan peluamg partai politik lain untuk berkoalisi. “Pembicaraan dan komunikasi politik dengan sejumlah parpol terus kami lakukan. Kami masih membuka pintu koalisi,” tandas Nurul pada Press Conference pasangan Nurul Arifin-Choirul Yaqin Hidayat di Jalan Dipatiukur 5 Bandung, Jumat (10/11).

Nurul menegaskan, pihaknya siap bekerja sama dengan partai politik mana pun untuk membangun Kota Bandung. Akan tetapi, tegas Nurul, tentunya, ada syarat bagi partai politik yang siap berkoalisi. Syaratnya, ungkap Nurul, harus memiliki kesamaan visi dan misi dengan Partai Golkar dan Partai Demokrat, selaku partai pengusung duet Nurul-Rully (sapaan akrab Choirul Yaqin Hidayat).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bandung, Deden Y Hidayat, menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi politik dengan partai politik lainnya. Menurutnya, komunikasi itu masih cair. “Kami terus mengikuti dinamika. Pada akhirnya, ada fase pilihan,” ucap mantan Ketua Kadin Kota Bandung ini. (win/koe)

Komentar

komentar