Home » Headline » Kasus Pidato Laiskodat Mulai di BAP di Bareskrim Polri

Kasus Pidato Laiskodat Mulai di BAP di Bareskrim Polri

Saksi pelapor PAN Surya Imam Wahyudi didampingi Thomas Waridjo sedang memberi keterangan BAP Bareskrim Polri (dok. PAN)

JABARTODAY.COM – Kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat beberapa pekan lalu sudah memasuki pemeriksaan intensif atas sejumlah saksi pelapor untuk mengisi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hari ini Rabu 13 September 2017, polisi memeriksa keterangan saksi pelapor yang berasal dari Partai Amanat Nasional.

Saksi pelapor dari PAN diwakili oleh Wakil Sekjen DPP PAN Bidang Hukum Surya Imam Wahyudi didampingi Ketua DPW BM PAN Papua Barat Thomas Waridjo.  Surya hadir di Bareskrim sejak pukul 14.30 dan baru selesai pada pukul 20.00 WIB, untuk memenuhi panggilan BAP oleh Bareskrim Polri.

Dalam keterangannya kepada polisi, Surya  Imam Wahyudi menegaskan, dari rekaman isi pidato,  baik yang versi lengkapnya maupun hasil editan adalah sama-sama mengandung  ujaran kebencian antar kelompok anak bangsa.

“Kalau dibiarkan hal seperti itu bisa mengarah pada provokasi SARA dan konflik horizontal di masyarkat bangsa dan negara serta  berujung pada pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa yang  sudah terbangun kondusif secara khusus di NTT dan nasional pada umumnya,” jelas Surya yang juga Wakil Sekjen DPP PAN itu.

Surya menambahkan, bahwa  apa yang disampaikan oleh Victor Laiskodat juga dinilai mengandung penodaan terhadap ajaran agama khususnya agama Islam. Victor dinilai telah lancang menafsirkan agama Islam khususnya sesuai dengan pemahaman dia yang salah dan keliru, sehingga hal itu bisa berujung pada penodaan agama.

Pidato Viktor, lanjut Surya juga mengandung fitnah keji dan tendensius tanpa fakta dan dasar hukum yang valid telah menuduh PAN dan parpol lainnya sebagai pendukung kaum ekstrimis dan intoleran.

“Viktor  yang bermaksud menjadikan negara khilafah sehingga layak untuk dibunuh dan kemudian disamakan seperti PKI tahun 1965 yang layak untuk dibunuh,” jelas Surya mengutip pernyataan Victor dalam video pendek yang sempat viral melalui media sosial beberapa pekan lalu itu.

Surya menilai pidato tersebut tidak mendidik rakyat dalam membangun politik yang demokratis, cerdas beradab dan berkualitas. Surya juga sangat menyesalkan  pernyataan Victor yang menyederhanakan persoalan dan menganggap rendah partai lain. “Apalagi sampai mengaitkan dengan perbedaan pandangan politik tentang  Perppu Ormas.  Victor menganggap perbedaan sikap atas Perppu Ormas tersebut sebagai  anti pancasila dan anti keragaman. Ini tentu saja merupakan hal yang sangat konyol,” tegas Surya. (jos)

Komentar

komentar