Home » Nasional » Gubernur Laporkan Penanganan Terpadu Citarum ke Ibu Negara

Gubernur Laporkan Penanganan Terpadu Citarum ke Ibu Negara

Ani-Aher Tanam Pohon (3)

Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menghadiri puncak Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) yang digelar di Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Senin (2/12). Mendampingi Ibu Negara, Herawati Boediono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumilar, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

JABARTODAY.COM – CIANJUR

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melaporkan rencana penanganan terpadu kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum ke Ibu Negara Ani Yudhoyono pada acara puncak Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) yang digelar di Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Senin (2/12).

Heryawan mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan selama ini belum maksimal menekan level kerusakan lingkungan DAS Citarum. Limbah industri, perikanan, dan domestik masih memenuhi DAS. “Penanganan DAS Citarum mulai 2014 dilakukan secara terpadu. Program beberapa instansi, mulai pusat hingga kabupaten/kota, serta lembaga swasta dan masyarakat akan disatukan. Kini akan dikoordinasi langsung oleh pemerintah provinsi,” papar Gubernur dalam sambutannya.

 

Penyelamatan DAS Citarum, ungkap Heryawan, akan dilaksanakan mulai dari hulu yang dibadi dalam lima segmen. Targetnya mulai titik kilometer 0 hingga kilometer ke-77. Penanganan terpadu 20 kilometer pertama pada 2014, km 21-35 pada 2015, km 36-45 pada 2016, km 46-55 pada 2017, dan 56-77 pada 2018. “Jadi kita fokus pada ruas paling krusial sepanjang 77 kilometer, mulai dari titik nol sampai kilometer 77, yakni sampai Waduk Saguling,” ujar Heryawan, seraya menambahkan panjang DAS Citarum 280 kilometer.

 

Heryawan juga merinci, langkah terpadu dimaksud berupa penanganan lahan kritis, perubahan tata guna lahan, pencemaran limbah, persoalan sosial-ekonomi warga sekitar, serta perbaikan titik sumber air. Ia mengungkap, lahan di Kecamatan Sukaresmi nantinya akan dijadikan hutan wisata.

 

Sementara itu, Ibu Negara menyambut peran aktif kaum perempuan dalam pelestarian lingkungan. Khusus GPTP, dikatakannya, hasilnya menggembirakan. “Kita patut bergembira karena kaum perempuan aktif dalam gerakan menanam dan memelihara pohon. Tahun ini saja, 100 juta bibit pohon lebih mampu ditanam dan dipelihara melalui GPTP,” ujar Ny. Ani.

 

GPTP digagas dan digawangi tujuh organisasi perempuan. Yakni Kowani, Bhayangkari, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Tim Penggerak PKK, Aliansi Perempuan Pembangunan Berkelanjutan, dan Solidaritas istri Kabinet Indonesia Bersatu.

 

Dalam puncak GPTP 2013, kaum perempuan dari berbagai elemen menanam tak kurang 4.000 bibit pohon berbagai jenis di Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Penanaman pohon dilakukan di atas sekitar dua hektar di antara 144,6 hektar lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, istri Wakil Presiden Herawati Boediono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumilar, serta kalangan aktivis perempuan dan lingkungan. (AVD)

Komentar

komentar