Home » Bandung Raya » Tertibkan PKL, Satpol PP Temukan Miras

Tertibkan PKL, Satpol PP Temukan Miras

Satpol PP menertibkan bangunan semi permanen milik PKL di Jalan Buah Batu, Kamis (26/1). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah No 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban, Kebersihan, Keindahan (K3), Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung menertibkan puluhan lapak pedagang yang berada di sepanjang Jalan Buah Batu, Kamis (26/1). Lapak-lapak para pedagang yang berbentuk bangunan semi permanen itu berdiri di atas trotoar yang peruntukannya bagi pejalan kaki.

Kepala Satpol PP Kota Bandung Dadang Iriana mengatakan, para pedagang ini berjualan dari pagi hingga malam hari. “Mereka ini PKL liar yang melanggar, makanya kami tertibkan,” ujar Dadang, di sela penertiban.

Dadang menuturkan, Jalan Buah Batu masuk ke dalam zona kuning. Dalam artian, para pedagang diperbolehkan berjualan dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Sebelumnya, pihaknya juga telah memberi peringatan, namun tidak diindahkan oleh para PKL. “Ini kan jalur tengah, mereka boleh berjualan asalkan dalam batas waktu yang telah ditentukan, yakni dari pukul 15.00,” tukas Dadang.

Dalam penertiban ini, sedikitnya ada 30 lapak pedagang yang sebagian besar merupakan kios-kios, serta pedagang minuman dan makanan ringan. Saat membongkar salah satu kios, petugas menemukan sejumlah minuman keras dan kondom. Berbagai merek dan jenis minuman keras golongan A dan C seperti anggur merah dan vodka, langsung diangkut ke atas truk. “Selanjutnya akan ditindaklanjuti siapa pemilik minuman tersebut. Karena tadi pemiliknya tidak ada di lokasi,” papar Dadang.

Dadang menyatakan, penertiban bakal terus dilakukan oleh Satpol PP, sebagai bentuk keseriusan menindak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Kota Bandung. Pihaknya tidak ingin dinilai lemah dalam menegakkan peraturan daerah yang sudah digariskan. “Selama ini kesan seluruh para PKL bahwa Satpol PP lemah. Kami akan terus, tidak henti menegakkan Perda supaya mereka tidak seenaknya. Jadi harus pikir-pikir berdagang di tempat yang melanggar, karena akan berhadapan dengan kami,” tegas dia. (vil)

Komentar

komentar