Home » Bandung Raya » Pemuda Pengangguran Kepergok Selundupkan Obat Terlarang

Pemuda Pengangguran Kepergok Selundupkan Obat Terlarang

Pelaku yang membawa obat terlarang, SA (kiri), digiring ke Polrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (istimewa)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pengawal tahanan dari Kejaksaan Negeri Bandung kembali menggagalkan penyelundupan obat terlarang kepada tahanan yang akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (12/1).

SA, seorang pemuda pengangguran tertangkap basah oleh pengawal tahanan saat akan memberikan obat jenis calmelet dan dumolid yang dimasukkan dalam bungkus rokok, kepada terdakwa pencurian, Artha Kampanya. “Jadi, pelaku menyamarkan dengan cara ditutupi oleh ponsel, lalu diberikan kepada temannya tersebut,” ujar Yan Prastomo Aji, pengawal tahanan yang memergoki aksi pelaku.

Sebelumnya, sejumlah pengawal tahanan sudah curiga dengan gerak gerik pelaku mengingat kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Ditambah, menggunakan atribut salah satu geng motor, yang makin menambah kecurigaan petugas pengawal tahanan. “Setelah kita geledah, ditemukan 50 butir obat terlarang. 30 butir calmelet dan 20 butir dumolid,” papar Yan.

Terdakwa yang menerima obat dari pelaku, yakni Artha, bakal menjalani sidang putusan atas kasus yang menimpanya tersebut. Dirinya divonis 2 tahun 3 bulan penjara oleh majelis hakim PN Bandung. Hanya saja, Artha mengaku tidak pernah menggunakan obat tersebut. “Katanya sih dia ga pernah pakai. Cuma, kita ga tau benar apa tidak,” tandas Yan.

Karena aksinya tersebut, SA langsung digiring ke Polrestabes Bandung guna penyelidikan lebih lanjut. Sementara, Artha digiring ke Rutan Kebonwaru Bandung untuk menjalani hukuman yang sudah dijatuhkan hakim kepada dirinya tersebut.

Peristiwa ini bukan yang pertama, terakhir beberapa bulan silam, pengawal tahanan juga memergoki orang yang akan memberikan obat kepada salah satu terdakwa yang akan menjalani sidang. Setelah pengembangan, diketahui jika yang diberikan adalah sebuah obat penenang, dan pelaku hanya dikenakan wajib lapor. (vil)

Komentar

komentar