Home » Peristiwa » Nyelonong Perlintasan KA, Dua Mahasiswa Tewas

Nyelonong Perlintasan KA, Dua Mahasiswa Tewas

Seorang warga memperlihatkan bangkai motor tabrakan kereta api di Jalan Laswi, Selasa (30/4). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Seorang warga memperlihatkan bangkai motor tabrakan kereta api di Jalan Laswi, Selasa (30/4). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Anda harus hati-hati bila melewati perlintasan kereta api, kalau tidak anda akan mengalami nasib naas seperti kedua pemuda. Akibat nyelonong, kedua mahasiswa tertabrak kereta yang sedang melaju dengan kencang di rel kereta yang berada di Jalan Laswi, Kampung Cinta Asih, RT 02/13, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Selasa (30/4).

Seperti diutarakan penjaga pintu kereta, Sumego Budi (40), pada pukul 12.08, saat KA Sedayu tujuan Kroya-Jakarta No 142 dari arah barat menuju timur, tiba-tiba datang sepeda motor dari arah Jalan Majalengka melintasi rel kereta yang tidak tertutup. Tak ayal, kedua penumpang tertabrak dan terseret kereta yang berjalan di jalur 1. “Keduanya sempat melihat ada kereta Patas Bandung-Cicalengka dari jalur 2 berjalan pelan, tapi ga ngelihat ada Sedayu yang lagi cepat,” tutur Sumego.

Imbasnya adalah penumpang yang dibonceng, yang diketahui bernama Ahmad Husein, terpelanting sekitar 5 meter dan jatuh tepat di depan pos penjaga pintu perlintasan. Sedangkan, pengemudi motor, Samsul Anwar, terseret hingga 100 meter dan kepalanya pecah. “Saya kira orang sini, soalnya satu pakai helm, satu nggak,” ujar Sumego.

Sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna biru D 6097 ZD hancur berat, bahkan rangka motor ada yang terbawa hingga Jalan Jembatan Opat. Kedua korban tewas di tempat dan langsung dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung. Kedua pemuda tersebut adalah mahasiswa Piksi Ganesha jurusan Pelayanan Rumah Sakit.

Rekan korban yang datang ke lokasi kejadian tidak kuasa menahan tangis dan terlihat panik. Salah satunya adalah Muhammad Ali atau Memeng yang telah memiliki firasat bahwa kawannya akan pergi selama-lamanya. “Sempat kemarin pengen ngekos lagi, katanya ga enak tinggal bareng terus,” ucap Memeng sambil terisak seraya mengaku tidak mengetahui sanak keluarga rekannya tersebut.

Menurut warga sekitar, Dedi alias Abah Trafo (55), di perlintasan tersebut memang sering terjadi kecelakaan, hingga bunuh diri dengan menabrakkan tubuh ke KA juga ada. Abah menceritakan, sekitar 6 bulan lalu, warga sekitar ada yang kakinya diamputasi akibat tergilas kereta. (VIL)

Komentar

komentar