Home » Pendidikan » Soal Pemilihan Rektor Unpad, Ini Tuntutan Mahasiswa

Soal Pemilihan Rektor Unpad, Ini Tuntutan Mahasiswa

Aliansi Masyarakat Peduli Unpad saat unjuk rasa. Mereka menuntut MWA dan PPR supaya segera menggulirkan Pemilihan Rektor Unpad maksimal 20 Desember 2018. (jabartoday.com/ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Hingga menjelang akhir 2018, Universitas Padjadjaran (Unpad) masih belum memutuskan sosok nahkoda yang memimpin perguruan tinggi negeri ternama di Tatar Pasundan itu. Pasalnya, ajang Pemilihan Rektor yang bergulir Oktober 2018, mengalami penundaan.

Melihat kondisi itu, kalangan mahasiswa Unpad yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Unpad menuntut Majelis Wali Amanat (MWA) dan Panitia Pemilihan Rektor (PPR). “Tuntutannya, segera lakukan pemilihan (rektor). Maksimal pada 20 Desember 2018,” tandas Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Unpad, Abdurrahman, pada sela-sela aksi di Jatinangor, Sumedang, Rabu (12/12).

Abdurrahman beralasan, pelaksanaan pemilihan rektor paling lambat 20 Desember 2018 agar tetap terkawal seluruh Civitas Akademik Unpad. Menurutnya, rektor punya posisi strategis karena menentukan arah perjalanan Unpad.

Jika pemilihan rektor melewati 20 Desember 2018, Abdurrahman mengatakan, seluruh aktivitas perkuliahan libur. Posisi rektor pun, ucapnya, diisi Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unpad yang ditunjuk Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).  “Jika dipimpin Plt rektor, kami khawatir, roda aktivitas dan berbagai rencana Unpad terhambat,” tukas dia.

Pada sisi lain, Abdurrahman menyatakan, pihaknya menilai MWA tidak tegas dalam proses pemilihan rektor. Pihaknya lun, sambungnya, menduga Ketua MWA turut ‘bermain’ dalam proses pemilihan.

“Menristekdikti juga terlalu intervensi. Padahal, pemilihan rektor ini, 100 persen oleh MWA. Intinya, kami ingin pemilihan berlangsung fair dan secepatnya, maksimal 20 Desember 2018,” tegas dia.  (win)

Komentar

komentar