Home » Pendidikan » Mustoha Iskandar: “Do’a Merubah Nasib Saya”

Mustoha Iskandar: “Do’a Merubah Nasib Saya”

JABARTODAY.COM-KUNINGAN. Berpuasa sunnah dan sholat malam (tahajud) menjadi kunci sukses seorang Mustoha Iskandar.  Di usia yang relatif muda,  teman sekelas Presiden Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM ini, dipercaya menjadi salah seorang direktur di sebuah perusahaan asing,

“Puasa dan sholat malam, adalah kunci sukses saya. Di usia 36 tahun saya dipercaya menjadi Direktur Produksi  sebuah perusahaan Finlandia,” tutur Komisaris PT. Pupuk Sriwijaya di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Kuningan di acara Kuliah Umum tentang “Disruption Era: Opportunity or Threat bagi Universitas“, Sabtu (22/9/2018).

Mustofa mengungkapkan salah satu doa yang maqbul adalah doanya orang yang sedang berpuasa.

“Selain membuat kita sehat,  puasa membuat doa kita terijabah oleh Allah. Doa orang yang sedang berpuasa,  terlebih saat jelang berbuka adalah saat terkabulnya doa-doa kita, ” ujar laki-laki  asal Sindang Laut,  Cirebon,  Jawa Barat yang lama berkiprah di BUMN.

Dr. Ir. Mustoha Iskandar saat menyampaikan Kuliah Umum di Kampus Universitas Kuningan, Sabtu, 22 September 2018 (Jabartoday.com)

Ia juga mengingatkan agar jangan meremehkan doa orang yang teraniaya. Bila ada rezeki, jangan ragu untuk berbagi kepada sesama terutama kepada mereka yang sedang membutuhkan  bantuan.

“Saat bertemu dengan seorang nenek misalnya dan membutuhkan bantuan,  jangan ragu-ragu untuk berderma,” tutur mantan Direktur Utama Perum Perhutani yang tampak selalu bugar karena rajin puasa Dawud.

Dikisahkannya, saat ia berusia belia, orang tuanya bekerja sebagai karyawan paling rendah di PT Perhutani,  tapi dengan tekad kuat untuk merubah nasib, ia menduduki posisi puncak di BUMN tersebut.

“Ayah saya seorang karyawan rendah di Perhutani.  Berkat doa kedua orang tua, alhamdulillah anaknya menjadi orang nomor satu di BUMN ternama itu,” kisah Mustoha yang saat ini berkiprah di Partai Nasdem,  dan menjadi calon anggota DPR RI Nomor Urut 1 Dapil X (Kuningan, Ciamis, Banjar & Pangandaran)

Hindarkan dari harta yang subhat

Mustofa juga memberi resep agar seseorang bisa hidup bahagia dan senantiasa mendapat ridho-Nya.  Yakni senantiasa menguatkan iman dan mampu mengendalikan nafsu, terutama menghindarkan diri dari harta yang subhat.

“Kaya hati dan kaya iman. Tidak dikuasai oleh nafsu.  Bahagia tidak ditentukan oleh harta, tapi iman.  Godaan terbesar itu uang.  Pengalaman saya,  godaan itu banyak. Hanya iman yang bisa membentengi kita agar terhindari dari harta yang subhat,” tutur  Doktor Human Resources Management Universitas Padjajaran itu.

Ia menambahkan bahwa Allah sebagai pemilik alam jagat raya mudah membolak-balikkan nasib seseorang.

“Allah lah yang membolak-balikkan takdir kita. Saya termasuk anak orang yang tidak punya,  tapi saat awal bekerja setelah lulus dari UGM mendapat gaji 5.900 dollar.  Sebagai orang kecil, kaget juga saya dapat gaji sebesar itu. Karena itu, saya selalu bersyukur atas rahmat dan anugerah Allah swt selama ini,” tutur alumnus Development Management UPLB Los Banos Philippines yang sarat prestasi dan penghargaan itu.  (ruz)

 

Komentar

komentar