ojk
Home » Pendidikan » Prof Zainal: Kompetensi SDM TIK Harus Digenjot

Prof Zainal: Kompetensi SDM TIK Harus Digenjot

Prof. Zainal A. Hasibuan, PhD ketika memberikan kuliah umum di depan ratusan calon mahasiswa baru FKOM (dok./FKOM UNIKU)

JABARTODAY.COM-KUNINGAN. Kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mesti ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan pasar kerja yang kian kompetitif.

“Kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan TIK berupa kompetensi umum, kompetensi utama, dan kompetensi khusus. Kompetensi yang dimiliki harus disertai dengan sertifikat kompetensi,” ungkap Ketua APTIKOM Pusat Prof. Zainal A. Hasibuan, PhD. saat mengisi kuliah umum di acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Kuningan (UNIKU), Kuningan, Kamis (13/9/2018).

Untuk mencapai kompetensi tersebut, jelas Zainal, terkait erat dengan kurikulum yang ada di program studi.

“Di level program studi, secara berkala, kurikulum perlu dikaji ulang terutama bagaimana kompetensi SDM TIK yang dibutuhkan industri dewasa ini. Hasil kajian tersebut  nantinya diimplementasikan dalam kurikulum. Semua mata kuliah yang ada dalam sebuah kurikulum harus menghasilkan kompetensi yang utuh sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Zainal memberikan berbagai macam contoh profesi yang terkait dengan rumpun keilmuan komputer dan banyaknya lowongan pekerjaan yang membutuhkan lulusan di bidang komputer di era teknologi informasi saat ini.

“Peluang ini perlu dipetakan, agar mahasiswa dapat menentukan tujuan profesi apa yang nanti akan digeluti dan bagaimana mempersiapkan agar dapat menggeluti profesi tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu Dekan FKOM UNIKU, Dadang Hamdani, M.Kom menilai kehadiran Prof Zainal telah memberikan arahan, motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa baru di Fakultas Komputer UNIKU.

“Kehadiran Prof Zainal sebagai Ketua Umum APTIKOM Pusat, telah memberikan pencerahan bagi mahasiswa baru tentang peluang sekaligus tantangan yang dihadapi oleh sarjana TIK di pasar kerja. Terutama urgensi pentingnya meningkatkan kompetensi mereka. Sementara bagi kami, reorientasi kurikulum TIK mendesak dilakukan guna mengantisipasi kebutuhan pasar yang terus berkembang,” tuturnya. * (dd)

Komentar

komentar