Home » Headline » UNPAM Raih Penghargaan Sebagai Kampus Peduli Tuna Netra

UNPAM Raih Penghargaan Sebagai Kampus Peduli Tuna Netra

Letjen Purnawirawan Syafri Syamsudin kepada Wakil Rektor IV, Dr. Ir. Budi Hasmanto, M.Si dihadapan 100 peserta  Lokakarya Nasional Pertuni 2017 di Jakarta, Selasa (24/10).

JABARTODAY.COM – Universitas Pamulang dinilai sebagai kampus  yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap mahasiswa yang memiliki keterbatasan fisik.  Untuk itu, kampus dengan jumlah mahasiswa terbesar di Asia Tenggara ini berhasil mendapatkan penghargaan sebagai universitas yang pertama kali menerima mahasiswa penyandang tuna netra untuk program studi teknik informatika.

Penghargaan tersebut disampaikan oleh  Letjen Purnawirawan Syafri Syamsudin kepada Wakil Rektor IV, Dr. Ir. Budi Hasmanto, M.Si dihadapan 100 peserta  Lokakarya Nasional Pertuni 2017 di Jakarta, Selasa (24/10).  Syafri Syamsudin berpesan agar UNPAM sebagai perguruan tinggi dapat terus meningkatkan kepeduliannya pada kaum tuna netra dengan memberikan kesempatan untuk mengakses pendidikan.

Ketua Umum Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni)  Aria Indrawati  mengatakan terima kasih kepada UNPAM yang telah bersedia  membuka pintu dan akses bagi tuna netra dan bersedia menjadi pioner dalam menerima mahasiswa tuna netra untuk prodi Teknik Informatika.

“Banyak kalangan penyandang tuna netra  yang bercita cita sebagai programer, saya senang karena UNPAM telah membuka akses untuk membantu mereka menggapai cita-citanya,” kata Aria Indrawati dengan nada haru.

Adapun mahasiswa tuna netra yang berhasil kuliah di UNPAM yakni Sugiyo dan Jejen. Keduanya merupakan mahasiswa tuna netra teknik informatika UNPAM semester 1. Sugiyo dan Jejen sempat berusaha  mendemonstrasikan kemampuan pemrograman C++ yang didapatkan dari hasil kuliahnya.

“Alhamdulillah kami dapat diterima kuliah di UNPAM meski kami tuna netra,  yang membuat saya semakin terharu yaitu karena saya dan Jejen bisa kuliah dengan gratis tanpa biaya apapun, terima kasih Pak Darsono, semoga kebaikan bapak dapat menjadi ibadah,” cetus Sugiyo polos.

Hadir dalam acara penganugerahan itu tokoh pengusaha nasional Bob Hasan. Selaku pengusaha sekaligus Pembina Pertuni, Bob Hasan menyatakan simpatinya kepada UNPAM atas kesediaannya menerima mahasiswa tuna netra belajar secara gratis. “Saya sangat terharu melihat Jejen dan Sugiyo yang bisa kuliah meski mereka menyandang tuna netra,” kata Bob Hasan seraya menyatakan kesediaannya untuk melihat UNPAM dari dekat. (Jos)

Komentar

komentar