Home » Headline » Inilah Potret PPDB SMK/SMA Tahun Ini

Inilah Potret PPDB SMK/SMA Tahun Ini

Orangtua siswa menggerudug DPRD Kota Bandung untuk melaporkan masalah yang terjadi pada PPDB SMA/SMK, Selasa (20/6). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY – BANDUNG Terdampak beralihnya kebijakan pengelolaan SMA/SMK ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, timbul kebingungan di kalangan orangtua siswa rawan melanjutkan pendidikan (RMP).

Dampak dilaksanakannya PPDB SMA/SMK oleh provinsi, DPRD Kota Bandung diserbu ratusan orangtua siswa yang mengadukan nasibnya. ”PPDB Provinsi Jabar, lebih buruk dari carut marut PPDB Kota Bandung tahun lalu,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha, Selasa (20/6).
Selain itu, PPDB yang menggunakan sistem daring membuat siswa dan orangtua kelimpungan, juga kebingungan untuk mendaftarkan anaknya. Tidak sedikit para orangtua siswa yang mendatangi kantor Dinas Pendidikan untuk sekedar mencari informasi.
“Mulai tahun ini, seluruh proses PPDB, diambil alih oleh provinsi. Seluruhnya ditentukan provinsi. Kami tidak memiliki kewenanagan apapun. Meski demikian, kami tetap akan membantu para orangtua untuk memberikan informasi terkait PPDB ini,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Amet, biasa dia disapa, mengaku, tidak  ada koordinasi antara Pemprov dengan Disdik Kota Bandung, terkait dengan PPDB ini. Termasuk melakukan sosialisasi. “Sampai saat ini belum ada koordinasi dengan provinsi,” tukas dia.
Sementara itu, ketika disinggung  keresahan sebagian orang tua siswa yang khawatir adanya pungutan, Amet meminta kepada orang tua untuk mengajukan keberatan langsung ke provinsi. Namun, Amet meminta agar Disdik Kota Bandung segera melakukan koordinasi bersama Disdik Jawa Barat.
“Segera lakukan koordinasi. Saya minta semua pihak harus konsisten dengan aturan yang ada. Jangan ada siswa titipan dan jangan ada pungutan apapun. Karena ini sangat memberatkan orang tua siswa,” tegas Amet. (koe)

Komentar

komentar