Home » Headline » Dana Rp 10 Miliar Untuk Pendampingan Guru Honorer

Dana Rp 10 Miliar Untuk Pendampingan Guru Honorer

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG – Ternyata, PT PLN (Persero) memeiliki perhatian cukup besar terhadap para guru honorer di tanah air. Buktinya, melalui Lembaga Amil, Zakat, dan Sodakoh (LAZIS), lembaga BUMN yang bergerak dalam bidang ketenagalistrikan itu mengalokasikan dana besar yang peruntukannya bagi pendampingan sekaligus peningkatan kualitas guru-guru honorer.

 

“Secara total, dana untuk pendampingan guru honorer melalui LAZIS senilai Rp 140 miliar. Khusus Jabar, nilainya sekitar Rp 10 miliar,” tandas General Manager  PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat (Disjabar), Iwan Purwana, usai membuka Program Pelatihan kepada Guru-guru Honorer di Pelosok Jabar, belum lama ini di PT PLN (Persero) Disjabar, Jalan Cikapundung Bandung.

 

Dijelaskan, materi pelatihan berupa peningkatan kompetensi para guru honorer di tatar Pasundan. Pihaknya, jelas Iwan, berkeinginan untuk membangun para guru honorer yang berkarakter kuat, utamanya, dalam hal keislaman.

 

Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, hal ini adalah langkah positif untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing para guru honorer. Pihaknya, ujar Deddy, mengapresiasi apa yang dilakukan PT PLN (Persero) melalui LAZIS. “Saya kira, BUMN, meski rugi, para pekerjanya mengeluarkan zakat, adalah hal yang luar biasa. Mudah-mudahan BUMN tidak rugi. Jangan-jangan, belum semua BUMN melakukan seperti apa yang sekarang berlangsung, karena ada yang menjadi hak kalangan tidak mampu. Makanya, BUMN banyak yang rugi. Pun dengan BUMD,” ujar Deddy.

 

Menurutnya, sudah sepantasnya, para  guru honorer mendapat perhatian khusus, termasuk dalam hal tingkat kesejahteraannya, terutama, yang berada di wilayah pelosok, yang aksesnya sulit. Karenanya, seru Deddy, perlu adanya peran pemerintah dan seluruh stake holder dalam menangani masalah guru honorer tersebut, tidak hanya dalam hal kesejahteraan, tetapi juga sarana pendukung lainnya.  (win)

 

 

 

Komentar

komentar