Home » Pendidikan » Tangis Dan Tawa Di SMA Kadugede

Tangis Dan Tawa Di SMA Kadugede

Tangis para siswi SMA Kadugede setelah menerima surat pengumuman kelulusan

Tangis para siswi SMA Kadugede setelah menerima surat pengumuman kelulusan

Wajah tegang tersirat di wajah siswa-siswi SMA Negeri I Kadugede, saat jarum jam menunjukan pukul 14.30 WIB, Jum’at (24/05/13).

Semua siswa dikumpulkan pihak sekolah di Masjid At Tarbiyah SMA Negeri I Kadugede. Sebelum hasil kelulusan dibagikan, mereka diajak berdoa bersama di masjid yang berdinding warna hijau tersebut. Usai berdoa yang dimpimpin Ronny Nursyamsu, panitia kelulusan kemudian membagikan amplop pada setiap siswa.

Namun isi amplop tersebut tidak sesuai dengan nama penerima masing-masing. Setiap siswa yang membuka amplop yang berisi surat kelulusan sempat kebingungan lantaran nama yang tertulis buka namanya sendiri.

“Lho, kok ini bukan nama aku? Punya aku mana?” tanya seorang siswi yang terlihat kaget setelah melihat tulisan nama di surat kelulusan yang ia terima.

Ternyata panitia sengaja memberikan amplop berisi surat kelulusan secara acak untuk memberikan kejutan kepada semua siswa yang dalam pikirannya bertanya-tanya apakah dirinya lulus atau tidak.

“Dewi, lulus!” teriak seorang siswa sambil mengacungkan surat kelulusan digenggamannya. Keteganggan di antara para siswa semakin menjadi lantaran sebagian besar dari mereka khawatir tidak lulus.

Beberapa siswa yang telah mengetahui hasil kelulusannya dengan spontan menyampaikan ekspresi mereka. Ada beberapa orang yang langsung sujud, ada yang berteriak histeris, bahkan ada juga yang menangis saking gembiranya.

Tangisan haru yang berisi kegembiraan terlihat dari para siswi yang sebelumnya memperlihatkan wajah tegang. Siswi yang sudah mengetahui hasil kelulusannya bahkan saling berpelukan dengan sesama siswi yang berakhir dengan senyum sumringah karena ternyata mereka berhasil lulus.

“Alhamdulillah, hasil yang didapat sesuai dengan harapan saya,” ungkap Anjar siswa SMAN 1 KADUGEDE kepada kuningantoday.com.

Pihak sekolah sengaja menyiasati pengumuman kelulusan disampaikan setelah shalat Jum’at dengan tidak mengenakan seragam sekolah agar tidak terjadi hal yang tidak diharapkan.

“Tangisan ini bukan kesedihan, namun ini adalah kebahagiaan atas perjuangan yang telah dilakukan. Semoga dengan hasil kelulusan ini saya bisa meraih masa depan yang saya impikan.” ungkap Dewi siswi SMAN 1 Kadugede.

Pihak sekolah juga merasa bangga. Dari jumlah 252 siswa yang terbagi dalam 7 kelas, semuanya berhasil lulus. “Semoga semua anak didik saya dapat meraih cita-cita yang diharapkan dan menjadi generasi bangsa yang bermartabat.” ungkap Kepala Sekolah SMAN I Kadugede, Maryanto. (Subarlan)

Komentar

komentar