Home » Headline » UN di Jabar Lancar

UN di Jabar Lancar

Ujian Nasional (ILUSTRASI)

Ujian Nasional (ILUSTRASI)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Jawa Barat berjalan sesuai dengan jadwal yakni Senin (15/4) hingga Kamis (18/4). Hal itu ditegaskannya usai meninjau pelaksanaan UN di SMAN 8 dan SMKN 3, Jl Solontongan Kota Bandung, Senin (15/4) pagi.

 

“Tidak ada keterlambatan, semua berjalan sesuai dengan rencana. Dan untuk target kelulusan diharapkan lebih baik lagi, apalagi tahun lalu sudah di atas 98 persen bahkan 99 persen lebih,” ujar Heryawan di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Kepala Sekolah SMAN 8 dan SMKN 3 Kota Bandung.

 

Lebih lanjut Heryawan menyatakan soal yang di UN-kan dijamin tidak bocor karena diawasi ketat oleh petugas dari perguruan tinggi dan kepolisian. Soal-soal yang sudah digunakan dikembalikan ke petugas. Selain itu para guru mata pelajaran yang di UN-kan tidak diizinkan ikut mengawasi ujian.

 

Sementara Kadis Pendidikan Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi menjelaskan untuk tahun ini ada sekitar 400 ribuan siswa tingkat SLTA di Jawa Barat yang ikut UN.

Mereka serempak ikut UN sesuai dengan jadwal. Untuk Hari Pertama  Senin (15/4) ini diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia (IPA/IPS).

 

Kemudian hari kedua, Selasa (16/4) mata ujian Fisika (IPA)/Ekonomi (IPS), Bahasa Inggris (IPA/IPS). Hari ketiga, Rabu (17/4) Matematika (IPA/IPS). Hari keempat, Kamis (18/4)  Kimia (IPA)/Sosiologi (IPS) dan Biologi (IPA)/Geografi (IPS).

 

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Besar Bandung belum menerima secara resmi laporan adanya kebocoran soal Ujian Nasional tingkat SMA/SMK/MA di hari pertama, Senin (15/4).

 

“Hingga saat ini belum ada laporan. Namun, jika ada laporan, tentu kita akan tindak-lanjuti,” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Bandung Komisaris Rosdiana di Mapolrestabes Bandung.

 

Untuk pengamanan UN di Kota Bandung, lanjut Rosdiana, setiap sekolah dijaga 10 petugas yang terdiri dari dari tiap kepolisian sektor. “Memang setiap sekolah yang ada di Kota Bandung dijaganya oleh 10 polisi. Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan, serta adanya kebocoran kertas jawaban UN,” tuturnya.

 

Rosdiana juga berharap agar proses UN yang masih panjang mulai dari tingkat SMP dan SD ke depannya bisa berjalan lancar dan tidak ada gangguan. “Polisi akan terus mengawal hingga pelaksanaan UN selesai,” tegas wanita berkacamata tersebut.

 

Seperti diketahui, sebelum dilaksanakan UN 2013 ini beredar kabar adanya penjualan kunci jawaban soal UN. (VIL)

Komentar

komentar