ojk
Home » Opini » Aircraft Accident JT610: Beberapa Catatan

Aircraft Accident JT610: Beberapa Catatan

Marsekal TNI (Purn) H. Juwono Kolbioen, S.E, VP IAAW
(Mantan Direktur Teknik PT IAAT periode 2007 -2014)

Bahwa yang merilis pesawat terbang itu adalah Engineer DIA (designated inspection authorization), jadi janganlah punya pemikiran bahwa pilot itu harus inspeksi pesawat sebelu. terbang untuk menyatakan pesawat laik terbang.

Engineer DIA merilis pesawat juga didasarkan pada ketentuan yang ada pada CMM. Jadi dalam hal ini, Direktur Teknik bukanlah orang yang mempunyai kewenangan untuk menyatakan pesawat laik terbang atau tidak. Bahwa kemudian dia dicopot itu salah, seharusnya yang berhak adalah RUPS. Namun terlepas dari hal itu, mengapa dia dicopot itu saya kurang paham. karena untuk jadi Direktur Teknik itu tidaklah mudah, yang pasti harus lolos dari  fit and proper test yg dilakukan oleh oleh DKUPPU.

Artinya dalam kasus ini pilot tidak salah menerbangkan pesawat terbang, karena pilot telah meyakini kondisi pesawat adalah serviciable karena ada rilis yang ditandai tanda-tangan Engineer DIA

Key Personel di Maskapai Penerbangan

Maskapai Penerbangan Lion sekarang itu tidak memiliki Direktur Teknik. Hal ini tidak benar dan merupakan suatu pelanggaran. Karena Dirtek itu adalah Key Personal dan utk mengganti Dirtek tidaklah mudah. Karena harus melalui proses fit and proper test. Di lain pihak maskapai tetap beroperasi.

Kemudian sepertinya telah dilakukan vonis kepada pihak maintenance yang sama sekali belum terbukti kalau maintenance menjadi faktor penyebab (belum ada pernyataan dari KNKT).

Kalaupun akhirnya maintenance ditetapkan sebagai faktor penyebab utama. Maka perlu dibuktikan kalau hal itu terjadi karena kesalahan pada tindak maintenance dalam mengatasi kerusakan, bukan hanya sekedar tuduhan yang muncul dari opini pibadi.
Untuk itu, lebih jelasnya silahkan dibaca PM 78 Th 2017.

Dari seluruh kejadian ini membuktikan kepada kita betapa TIDAK PAHAMNYA PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DI DUNIA PENERBANGAN DI INDONESIA TERHADAP SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)

Statement Kemenhub yg mengundang pertanyaan

Bahwa 11 pesawat Boeing 737 Max 8 yg dioperasikan Lion Air dipastikan penuhi standard laik udara.

Pernyataan resmi tersebut, apabila dikaitkan dengan proses penyelidikan faktor penyebab terjadinya kecelakaan oleh KNKT pd salah satu pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yg dioperasikan Lion Air yaitu PK-LQP maka pernyataan tersebut sepertinya melampaui kewenangan KNKT. Karena KNKT belum pernah memberi pernyataan bahwa faktor penyebab terjadinya kecelakaan pada Lion Air JT610. Sama sekali tidak ada kemungkinan untuk juga terjadi pada Boeing 737 Max 8 lain yang dioperasikan Lion Air. ***

Komentar

komentar