Home » Headline » Ajak Generasi Muda Tangkal Hoaks

Ajak Generasi Muda Tangkal Hoaks

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pesatnya perkembangan dunia telekomunikasi dan informasi berbanding lurus dengan masifnya pembuat berita palsu (hoaks) atau aktivitas kejahatan di dunia digital lainnya belakangan ini.

Melihat kondisi itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih waspada dalam mencerna informasi di internet.

Salah satu upayanya, dengan membentuk ‘Mudamudigital’, sekelompok anak muda yang telah mengantongi pemahaman soal dinamika dan etika di dunia maya.

Kemenkominfo menggaet ratusan mahasiswa untuk terlibat dalam sosialisasi yang bertajuk ‘Literasi Cerdas Bermedia Sosial’, di Crowne Plaza Bandung, Kamis (30/11).

“Karena tujuan utama dari ‘Mudamudigital’ ialah membentuk generasi muda Indonesia agar mempunyai kecerdesaan literasi digital yang tinggi, sehingga tidak dapat disesatkan oleh berita-berita hoaks yang dapat melunturkan persatuan,” ujar Program Officer for Internet Rights Donny Budi Utoyo.

Donny mengatakan, anak muda harus menjadi garda terdepan dalam menghalau perkembangan berita palsu di tanah air. Pasalnya, merujuk data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2016, generasi muda menempati posisi teratas pengguna internet.

“Pada kategori 20-24 tahun ditemukan 22,3 juta jiwa pengguna yang setara 82 persen dari total penduduk di kelompok itu. Sedangkan pada kelompok 25-29 tahun, terdapat 24 juta pengguna atau setara 80 persen total jumlah jiwa,” sebut Donny.

Di tempat sama, Kepala Unit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Komisaris Rudie Trihandoyo menuturkan, pemberian edukasi dalam bermedia sosial kepada anak muda sangat penting mengingat kasus pelanggaran maupun kejahatan di dunia maya terus alami peningkatan.

“Secara korelasi sangat berbanding lurus. Dengan penggunaan media sosial yang banyak pasti tingkat kejahatan, juga pelaporan ikut meningkat,” imbuh Rudie.

Selama 2015-2016, Polda Jabar menangani 156 kasus kejahatan siber. Rudie menyebut, kasus paling mencolok yakni pencemaran nama baik sesuai dengan Pasal 27 Ayat (3) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik .

“Yang tertinggi itu pencemaran nama baik dan penipuan, misalnya dalam jual beli daring. Hingga November 2017, kita sudah menahan kurang lebih 20 orang tersangka,” papar dia.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat lebih hati-hati dalam menggunakan internet, khususnya di ranah sosial media. Terlebih, Jabar akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah serentak tahun depan.

“Kami meminta supaya media sosialisasikan mana berita yang negatif dan positif. Kedua, dengan adanya pilkada, saya berharap seluruh lapisan masyarakat menggunakan media sosial dengan santun dan beretika,” imbau Rudie. (*)

Komentar

komentar