Home » Lifestyle » Generasi Harapan, Bukti Harmonisnya Poligami

Generasi Harapan, Bukti Harmonisnya Poligami

Generasi Harapan, grup nasyid asal negeri jiran, Malaysia, mempertunjukkan kebolehan dalam pembukaan eater Musikal Islam dan Expo Produk Halal dan Jualan Amal Saham Akhirat di Miko Mall, Jumat (6/9). Keseluruh anggotanya adalah anak-anak hasil poligami. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Generasi Harapan, grup nasyid asal negeri jiran, Malaysia, mempertunjukkan kebolehan dalam pembukaan eater Musikal Islam dan Expo Produk Halal dan Jualan Amal Saham Akhirat di Miko Mall, Jumat (6/9). Keseluruh anggotanya adalah anak-anak hasil poligami. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Konser Teater Musikal Islam dan Expo Produk Halal dan Jualan Amal Saham Akhirat yang diselenggarakan Yayasan Zahir Tamimi, sebuah Yayasan yang disponsori oleh Global Ikhwan, resmi dibuka pada Jumat (6/9). Pembukaan sendiri dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Narkotika Provinsi Jawa Barat Anas Saifudin dan anggota Komisi Kejaksaan Kamilov Sagala.

Acara ini dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan sebuah pusat rehabilitasi remaja-remaja yang mengalami kecanduan game online, ketergantungan rokok dan kecanduan narkoba. Pusat rehabilitasi ini bertempat di Subang dan dinamakan PUSAT JAGAAN MENGUBAH HATI.

“PJMH ini diharapkan akan menjadi solusi alternatif bagi masalah-masalah remaja yang sudah sangat mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Metode pendidikan PJMH diisi dengan disiplin ibadah, kegiatan-kegiatan positif dengan tujuan untuk mengubah hati. Yaitu agar hati remaja yang senantiasa terhubung dengan Allah dan Rasulullah dan dibawa untuk takut kepada Allah dan rindu kepada Rasulullah. Diharapkan setelah keluar dari PJMH mereka akan menjadi manusia yang mampu menjadi hamba dan khalifahNya, yaitu sebagai hamba sejati,” ujar Ketua Yayasan Zahir Tamimi, Zefri Yazid, dalam pembukaannya.

Yang unik dari acara tersebut adalah tampilnya grup nasyid asal Malaysia yang anggotanya terdiri dari anak-anak hasil poligami, Generasi Harapan. Mereka berasal dari 4 rahim ibu dan 1 bapak, yakni Ashaari Muhammad.

Seperti dikatakan salah satu anak Ashaari, Muhammad Rifa’ah, grupnya terbentuk atas prakarsa sang ayah yang ingin mewujudkan sebuah keluarga harmonis meski berpoligami.  “Kita mulai terbentuk sejak 2010. Hasil terbangunnya dari ayah dan ibu yang ingin mewujudkan harapan maka itu berdirilah Generasi Harapan,” tukas Rifa’ah.

Meski saat bertandang ke Bandung membawa 5 orang, nyatanya grup tersebut terdiri dari 20 anggota yang kesemuanya hasil berpoligami. Saat disinggung bagaimana keadaan rumah tangga orang tua tercintanya, Rifa’ah menyebut, tidak memiliki masalah, bahkan ibu mereka masing-masing tinggal satu rumah dan tidak memiliki konflik sama sekali.

“Kita tumbuh dan diajarkan oleh ayah, soal Allah, Nabi Muhammad, juga Islam secara alami dan tidak disengaja. Jadi kita hidup rukun sesuai ajaran Allah dan Nabi Muhammad,” ucapnya.

Rifa’ah mencontohkan, para ibu mereka memiliki masing-masing kelebihan yang saling melengkapi, seperti satu bisa memasak atau mengajak jalan-jalan keduapuluh anaknya. “Bila (ibu-ibu) sudah saling melengkapi, kita (anak-anak) tidak perlu lagi berkelahi, karena akan rugi sendiri,” ujarnya seraya mengaku konflik kecil dengan saudaranya lazim terjadi.

Rifa’ah yang datang beserta saudara-saudarinya, yakni Muhammad Ubaddah, Barirah, Siti Fatimah juga Fathiyah, memberikan bocoran soal harmonisnya keluarga mereka. Menurutnya, sang ayah telah menanamkan paham soal poligami yang baik sesuai syariat Islam. “Memahamkan bagaimana jalan keluarga harmonis dan anak-anak ikut saja. Ibunya sudah akur, maka anak-anaknya tinggal mengikuti saja,” sahutnya sambil tersenyum.

Generasi harapan sendiri sudah menelurkan tiga album sejak 2010, yaitu Allah Itu Maha Besar, Allah Itu Maha Benar; Power Ka’bah; dan Munsyid. (VIL)

Komentar

komentar