Home » Headline » BNPT Bantu Rumah Warga Surakarta Tidak Layak Huni

BNPT Bantu Rumah Warga Surakarta Tidak Layak Huni

JABARTODAY.COM – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan bantuan perbaikan rumah milik warga di Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH).

Bantuan perbaikan RTLH itu diserahkan Kepala Biro Perencanan, Hukum, dan Humas BNPT Bangbang Surono mewakili Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius kepada Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Loji Gandrung, Solo, Rabu, pada pembukaan sarasehan bertajuk “Peningkatan Wawasan Kebangsaan Untuk Membawa Indonesia Yang Damai, Maju, dan Beradab”.

Secara simbolis bantuan itu langsung diserahkan Wali Kota Surakarta kepada Kepala Desa Joyotakan mewakili para kepala desa yang wilayahnya banyak terdapat rumah tidak layak huni.

Bangbang mengatakan pemberian bantuan perbaikan rumah itu sebagai bagian dari upaya BNPT dalam mencari percontohan pengentasan kemiskinan dalam rangka pencegahan terorisme.

“Kami berharap langkah BNPT dengan Pemkot Surakarta ini nantinya bisa jadi `role model` dan akan menjadi rencana aksi nyata dalam pencegahan terorisme dengan mengurangi beban masyarakat rentan miskin. Ini nantinya akan kami kembangkan ke daerah-daerah lain,” kata Bangbang dikutip dalam siaran pers.

Menurut Bangbang, BNPT selama ini telah menjalankan upaya penanggulangan terorisme secara maksimal, baik pencegahan maupun penindakan, dari hulu hingga hilir. Bantuan perbaikan RTLH itu merupakan bagian dari penanganan terorisme dari sektor hulu.

Lebih lanjut ia mengatakan, upaya penanggulangan terorisme akan lebih efektif dan maksimal dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan bahwa sinergi dengan BNPT ini adalah langkah awal dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ketimpangan di Surakarta, khususnya dalam rangka penanggulangan terorisme.

Menurut Rudy, sapaan akrabnya, kegiatan seperti ini memang harus dilakukan karena terorisme tidak hanya didasari faktor ideologi, melainkan juga faktor ekonomi. Ia berharap sinergi BNPT dan Pemkot Surakarta benar-benar bisa dijadikan percontohan di daerah lain.

“Kami pasti siap mendukung program-program yang dilakukan BNPT seperti pembangunan RTLH ini. Bila masyarakat terjaga kesejahteraannya, tentu mereka tidak akan mudah terpengaruh dengan intrik dan rayuan radikalisme,” katanya.

Ia mengatakan Pemkot Surakarta memiliki program dalam rangka mengurangi kesenjangan sosial dengan misi mewujudkan masyarakat yang waras pergaulan, waras perilaku, dan waras bicara. Ketiga misi itu pokok kebijakannya di bidang kesejahteraan.

“Di Indonesia, khususnya di Solo, ada tiga kategori kemiskinan, yaitu sangat miskin, miskin dan rentan miskin. Yang rentan miskin inilah yang harus kita sentuh, karena yang miskin dan sangat miskin sudah disentuh negara,” katanya.

Sementara itu, sarasehan Peningkatan Wawasan Kebangsaan Untuk Membawa Indonesia Yang Damai, Maju, dan Beradab menampilkan pembicara antara lain Direktur Deradikalisasi BNPT Profesor Irfan Idris dan Kepala Kesbangpol dan Linmas Surakarta Tamso.

Komentar

komentar