Home » Headline » Unik, Pemilihan Ketua RW Digugat ke Pengadilan

Unik, Pemilihan Ketua RW Digugat ke Pengadilan

Suasana sidang gugatan pemilihan ketua RW di PTUN Bandung, Selasa (25/4). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Peristiwa unik dan luar biasa berlangsung di Gedung Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung, Selasa (25/4). Yunika Wihastini, Lurah Braga, Kecamatan Sumur Bandung, digugat oleh warganya Adhi Gantara yang kalah dalam pemilihan Ketua RW 06, pada awal Januari lalu. Gugatan itu dikarenakan Yunika melantik Ketua RW terpilih, Lili Barli.

“Kasus ini menarik sebagai pembelajaran semua pihak, pemilihan Ketua RW digugat,” tukas Dicky Ahmad SD, SH, kuasa hukum penggugat, saat ditemui sebelum persidangan.

Dirinya menjelaskan, kasus luar biasa yang ditanganinya ini harus terus berproses hukum. Karena ada persoalan-persoalan hukum yang harus diselesaikan melalui PTUN. Pihaknya mengharapkan, adanya pemilihan ulang ketua RW 06, Kelurahan Braga, dan membatalkan surat keputusan lurah yang telah melantik dan menetapkan ketua RW terpilih.

Hakim Indah Tri Haryanti, SH, M.Hum, yang memimpin jalannya persidangan membacakan putusan sela berkaitan dengan adanya permohonan intervensi, yang disampaikan kuasa hukum tergugat intervensi, Agus Rasyid C.W., SH, MH, sebagai LBH dari Forum RW Kota Bandung. Para tergugat intervensi adalah Ketua RW Lili Barli, beserta staf pengurus RW 06.

Menurut Agus, pihaknya sengaja hadir sebagai tanggung jawab Forum RW Kota Bandung, yang akan memberikan bantuan hukum kepada setiap ketua atau pengurus RW Kota Bandung yang sedang berperkara. “Kami berupaya untuk membela hak-hak para pengurus RW yang telah menang dan sudah ditetapkan melalui SK Lurah Braga,” tegasnya.

Apalagi, diklaim Agus, pihaknya telah melakukan semua prosedur, dan materiil atau imateriil sudah dipenuhi. Diakui Agus, perkara kali ini dianggap unik karena baru pertama ada gugatan dalam pemilihan ketua RW di Kota Bandung.

Sedangkan pihak tergugat, Lurah Braga Yunika Wihastini, dalam persidangannya mendapat pendampingan tujuh orang dari Bagian Hukum, Setda Pemkot Bandung, yang dipimpin Bambang Suhari, SH. “Ya sebenarnya saya terganggu dengan kasus ini. Tapi hikmahnya, saya melihat kejadian ini merupakan pembelajaran demokrasi di masyarakat,” ucap Yunika. (koe

Komentar

komentar