Home » Bandung Raya » Hakim Anggap Terdakwa Pembunuh Sisca Yofie Sadis

Hakim Anggap Terdakwa Pembunuh Sisca Yofie Sadis

Terdakwa pembunuh Sisca Yofie, Wawan alias Awing, mendengarkan putusan yang dibacakan hakim, Senin (24/3). Hakim menghukum Wawan penjara seumur hidup atas perbuatannya terhadap wanita cantik itu. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Terdakwa pembunuh Sisca Yofie, Wawan alias Awing, mendengarkan putusan yang dibacakan hakim, Senin (24/3). Hakim menghukum Wawan penjara seumur hidup atas perbuatannya terhadap wanita cantik itu. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Dua pelaku yang menghabisi nyawa manajer cantik Franceisca Yofie alias Sisca, Wawan alias Awing (39) dan Ade Ismayadi (24), harus menghabiskan hidupnya di balik jeruji besi. Itu setelah majelis hakim yang diketuai Parulian Tombuan menjatuhkan vonis seumur hidup pada keduanya karena terbukti melakukan pencurian yang menyebabkan orang tewas.

Keduanya oleh hakim dianggap melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 365 ayat (2) dan (4) KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. “Mengadili terdakwa Wawan alias Awing dengan pidana penjara seumur hidup,” ucap Parulian dalam amar putusannya di Ruang Sidang VI Pengadilan Negeri Bandung, Senin (24/3/2014).

Hakim menganggap hukuman tersebut setimpal melihat perbuatan yang dilakukan Wawan terhadap mantan model tersebut. Bahkan, dalam pertimbangannya, majelis menafikan hal yang meringankan, seperti punya tanggungan keluarga dan berlaku sopan di persidangan. “Melihat yang dilakukan terdakwa kepada korban, hal yang meringankan tersebut tidak dapat menutupi hal yang memberatkan seperti yang telah dijelaskan,” ujar Parulian yang membaca putusan dari awal hingga akhir.

Hal yang memberatkan, ketika korban sekarat usai dijambret dan dibacok Wawan, korban memegang kalung salib dan berdoa kepada Tuhan. Itu, menurut hakim, menunjukkan ketaatan Sisca pada Tuhan-nya. Tak hanya itu, kondisi Sisca yang tersiksa hingga menghembuskan nafas terakhirnya, dinilai hakim menjadi suatu hal yang mengenaskan. “Maka itu tidak ada alasan yang meringankan bagi kedua terdakwa dan menjadi pertimbangan bagi majelis hakim menjatuhkan pidana,” sambung Parulian.

Putusan ini sendiri lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni hukuman mati untuk Wawan. Sedangkan bagi Ade, vonis ini conform atau sesuai tuntutan. Alasan hakim tidak memutus mati, karena tidak sesuai dengan hak asasi manusia (HAM) yang selalu didengung-dengungkan di Indonesia.

Atas hukuman ini, terdakwa langsung mengajukan banding, lain halnya dengan jaksa yang pikir-pikir. Menurut Jaksa Penuntut Umum Fauzan, pertimbangan yang dipakai hakim sudah tepat, namun pihaknya ingin melihat dengan lengkap putusan majelis hakim tersebut.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Dadang Sukmawijaya, mengaku kecewa atas vonis hakim itu. Dikarenakan, hakim menganggap keduanya pelaku utama. Apalagi, Ade hanya diajak oleh Wawan, dan tidak berperan aktif. “Harus dibedakan mana pelaku utama dan pelaku penyeretan. Dan itu yang menimbulkan kekecewaan bagi kami dan akan banding,” papar Dadang, usai sidang.

Wawan sendiri seakan tidak bersalah, itu tampak saat digiring kembali ke Rumah Tahanan Kebonwaru, dirinya berseri-seri. Keluarga Sisca tidak bisa meluapkan emosinya usai mendengar vonis hakim itu, mereka menangis dan sempat memarahi kuasa hukum terdakwa. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.