Home » Bandung Raya » Soal Tempat Hiburan Malam, Ormas Islam Dukung Langkah Polda Jabar

Soal Tempat Hiburan Malam, Ormas Islam Dukung Langkah Polda Jabar

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung Miftah Farid (kiri) beserta Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menjawab pertanyaan media terkait pembatasan jam operasional tempat hiburan malam di Mapolda Jabar, Jumat (10/1/2014). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung Miftah Farid (kiri) beserta Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menjawab pertanyaan media terkait pembatasan jam operasional tempat hiburan malam di Mapolda Jabar, Jumat (10/1/2014). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Keinginan melihat Kota Bandung lebih baik juga relijius, menjadi faktor Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan merekomendasikan pembatasan waktu operasional tempat hiburan malam hingga pukul 00.00.

Selain itu, berdasarkan kajian dan analisa yang dirinya beserta jajaran Polda Jabar lakukan, banyak perbuatan tidak baik juga merusak akhlak yang dihasilkan dari tempat tersebut, yang berujung munculnya tindak kriminalitas, khususnya di jalan raya.

“Sementara (batas operasional tempat hiburan) jam 12 malam. Saya merekomendasikan tentu sudah melalui kajian-kajian dan analisa. Dan sudah diberikan ke pemerintah daerah. Biar nanti pemerintah daerah yang memutuskan,” ucap Iriawan, di Mapolda Jabar, Jumat (10/1/2014).

Dikatakan Iriawan, pihaknya juga telah menyampaikan rekomendasi serta imbauan serupa ke seluruh walikota dan bupati se-Jabar. Langkah selanjutnya, Iriawan menyerahkan seluruhnya ke pemda setempat.

Saat disinggung banyaknya protes yang bermunculan, terutamanya dari pengelola tempat hiburan malam, Iriawan menyebut, hal itu lumrah di masa demokrasi seperti itu. Namun, dirinya lebih menekankan pada kepentingan lebih besar lagi.

“Ketertiban masyarakat kurang, banyak kejadian karena terlalu larutnya tempat hiburan, ada 93 tindak kejahatan di jalanan menjelang subuh. Ini alam demokrasi, kita lihat saja apa yang lebih baik. Jadi ini murni demi kebaikan masyarakat di Jawa Barat,” tuturnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung Miftah Farid menambahkan, pihaknya menyambut baik rekomendasi Polda tersebut. Ia menyatakan, tugas ulama dan polisi itu sama, yakni mewujudkan kebaikan serta membangun moral.

“Yang tahu tentang keamanan adalah Kapolda. Dan kami para ulama akan mendukung Kapolda untuk mewujudkan keamanan itu, juga membangun moral akhlak yang menjadi komitmen semua itu,” sahut Miftah.

Ketika ditanya mengapa MUI baru bergerak sekarang, tidak sedari dulu melakukan hal yang dilakukan Polda Jabar, Miftah menanggapi diplomatis. Menurutnya, MUI selalu memberi usulan ke Pemerintah Kota Bandung agar selektif terkait tempat hiburan. “Tapi kalau pembatasan jam kami tidak mengusulkan itu. Kalau sekarang analisa Pak Kapolda seperti itu, kami sangat mendukung,” imbuhnya.

Miftah sendiri datang beserta beberapa ormas Islam lainnya, seperti Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan lainnya, untuk mengikuti dialog terkait pembatasan jam operasional hiburan malam di Mapolda Jabar. Hampir seluruh perwakilan ormas mendukung langkah yang diambil Polda Jabar. (VIL)

Komentar

komentar