Home » Headline » Ketua PN Bandung Akan Giatkan Pengajian Untuk Hakim

Ketua PN Bandung Akan Giatkan Pengajian Untuk Hakim

Ketua Pengadilan Negeri Bandung Nur Hakim. Nur Hakim menggantikan Singgih Budi Prakoso yang menjadi Hakim Tinggi di Makassar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Ketua Pengadilan Negeri Bandung Nur Hakim. Nur Hakim menggantikan Singgih Budi Prakoso yang menjadi Hakim Tinggi di Makassar. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Emi Marmi Mustafa meminta Ketua Pengadilan Negeri Bandung Nur Hakim untuk tidak mengulangi perbuatan mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono yang tersandung kasus suap. Nur Hakim sendiri menggantikan Singgih Budi Prakoso yang akan menjadi Hakim Tinggi di Makassar.

“Kepada Ketua PN yang baru ambil pelajaran dan hikmah dari kasus tersebut. Diharapkan ini peristiwa terakhir, ke depan hal-hal pembelajaran yang diambil hikmahnya,” tegas Emi usai pelantikan di PN Bandung, Jumat (15/11).

Disinggung wartawan bahwa mutasi kali ini terkait isu suap majelis hakim, dalam hal ini Setyabudi, yang melakukan “sawer” sampai ke Singgih, Emi menepisnya. “Tidak. Karena hari ini ada tiga Ketua Pengadilan yang menjadi Hakim Tinggi di Makassar, yaitu Ketua PN Jakarta Pusat, PN Bandung ,dan Jakarta Timur. Ini mutasi promosi biasa tidak menyangkut apa-apa,” bantah Emi.

Emi pun memberikan pesan kepada Nur Hakim agar menjalankan tugasnya sesuai tupoksinya. Hal itu supaya kejadian serupa tidak terulang, ia juga mengharapkan pengawasan internal di lembaga tersebut semakin ditingkatkan.

Sementara itu, Nur Hakim berjanji tak akan tebang pilih membasmi para koruptor. Termasuk perkara yang tengah ditanganinya, yakni suap hakim dalam kasus Bansos Kota Bandung. Ia sendiri menjadi ketua majelis hakim dalam perkara tersebut. Nur Hakim pun memiliki cara lain untuk menghindari hal-hal yang menyimpang terhadap hakim dan perangkat peradilan lainnya. Salah satunya dengan mengintensifkan pengajian bagi para hakim dan pegawai. “Kita juga akan adakan pengajian untuk pegawai PN Bandung untuk meningkatkan ketakwaan, karena kerja harus taqwa dan ikhlas. Selain itu, konsolidasi dengan para hakim dan pendidikan moral,” beber pria bertubuh tinggi dan besar itu.

Disinggung mengenai kasus Setyabudi, mantan Wakil Ketua PN Manado itu menyebut, kasus itu sebagai bentuk pelajaran yang paling berharga. “Jadi apa yang terjadi masa lalu merupakan pembelajaran, kita bisa mawas dan ke depannya kita bisa kerja lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dia memandang, sejatinya hakim transparan dalam putusannya. Pasalnya vonis hakim harus memberikan rasa keadilan, dan menjadi cambuk bagi terdakwa. “Ke depan kita harus menegakkan keadilan, terutama integritas moral,” tegas Nur Hakim.

Nur Hakim yang sebelumnya menjadi wakil Singgih akan membuktikannya di persidangan kasus suap Dana Bantuan Sosial Kota Bandung, bahwa pihaknya tidak akan mengulang kesalahan masa lalu. “Dilihat dari persidangan tentunya dari pers sendiri sudah bisa ketahui, jadi silahkan simpulkan dari hasil-hasil persidangannya,” tukasnya. (VIL)

Komentar

komentar