Home » Hukum » Polda Jabar Seriusi Kasus Pemalsuan Data dan Ijazah

Polda Jabar Seriusi Kasus Pemalsuan Data dan Ijazah

Polda_JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Kepolisian Daerah Jawa Barat masih terus mendalami kasus dugaan pemalsuan data, ijasah, gelar akademik, profesi, dan tindak kolusi, Pelaksana Tugas Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Untung Kurniadi. Untung sendiri hingga kini masih berstatus saksi.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, selain Untung, pihaknya masih menyelidiki Wali Kota Bogor Diany Budiarto apakah ada keterkaitan atas kasus ini atau tidak. “Hingga saat ini penyelidikan masih terus didalami. Kita tidak pernah main-main dalam suatu kasus perkara. Kita selalu bersikap profesional,” tegasnya saat dihubungi di Bandung, Selasa (12/11).

Selain itu, Martin mengimbuhkan, untuk peningkatan status menjadi tersangka pihaknya masih mendalami kasus ini. “Karena untuk naik tingkatan menjadi tersangka harus berdasarkan pembuktian hasil penyelidikan nanti, apakah bersalah atau tidak,” terangnya.

Disinggung perihal gelar perkara sendiri, pihak Polda Jabar akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat ini. Dan untuk saksi, pihaknya telah memeriksa 29 orang saksi atas kasus ini, termasuk Diany. “Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar telah memeriksa 29 orang saksi termasuk Wali Kota Bogor Diany Budiarto sebagai pengambil keputusan,” ungkap pria berkacamata tersebut.

Kasus ini berawal dari laporan anggota Dewan Kehormatan Pusat Perhimpunan Advokat Indonesia(Peradi), Sugeng Teguh Santoso, yang curiga dengan gelar kesarjanaan Untung yang didapat dari Universitas Bung Karno, Jakarta.

Data yang dihimpun, Untung atau yang biasa dipanggil HMU Kurniadi memang sudah pernah menangani perkara. Salah satunya, sengketa tanah di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung pada 2010. Dari dokumen Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang berhasil didapat, HMU Kurniadi masuk dalam jajaran kuasa hukum Asep Firdaus yang saat itu menjadi tergugat II intervensi.

Tak hanya itu, Untung juga dipercaya sebagai kuasa hukum Ratriningtyas Dwi Sasanti yang merupakan tergugat II intervensi 5. Mengenai ini, Martin menegaskan, bila terbukti Untung menggunakan gelar palsu, maka dia dapat dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat.
Sementara itu, mantan Kabag Humas Pemkot Bogor, Asep Firdaus mengaku tidak tahu terkait munculnya nama HMU Kurniadi sebagai salah satu kuasa hukum gugatan sertifikat hak milik (SHM) Sukahati 2010 silam.

Saat dikonfirmasi, Asep hanya mengingat nama Iyan (Rd. I. Mulyana Jaya) sebagai kuasa hukumnya. Sedangkan A.E. Dunurueni dan HMU Kurniadi tidak diingatnya secara jelas. “Saya sudah lupa, soalnya tidak mengikuti sampai akhir. Seluruh permasalahan diserahkan kepada kuasa hukum hingga (gugatan) selesai,” tukasnya.

Terpisah, sang pelapor, Sugeng menegaskan, nama HMU Kurniadi maupun Untung Kurniadi belum pernah ada di dalam daftar bukku advokat Peradi.

Terkait pemanggilan walikota, Sugeng mengaku kaget. Dia tak menyangka penyidik telah memberikan progres dalam pelaporan kasusnya. Pasalnya selama ini, dia menduga penyidik telah berkolusi dengan Untung. “Saya sudah melaporkan resmi dugaan kolusi itu ke Kapolda Jabar. Tapi saya yakin, polisi masih profesional dan proporsional dalam menangani kasus ini,” ucapnya.

Dikonfirmasi soal ini, Untung Kurniadi mengelak dirinya lulusan Universitas Bung Karno. Dia merasa tak pernah bergelar SH. “Dapat data dari mana saya bergelar SH. Saya bukan lulusan UBK,” kilahnya.

Untuk melamar sebagai direksi PDAM Tirta Pakuan, Untung mengaku menggunakan ijasah dari Institut Teknologi Indonesia Serpong lulusan 2006. “Tapi ijasah yang dilegalisir. Kenapa ijasah yang diberikan legalisir, karena yang asli itu hilang entah kemana dan yang ditemukan hanya yang legalisir,” jelasnya saat dihubungi.

Mengenai nama HMU Kurniadi, dia menjelaskan itu adalah Haji Muhammad Untung Kurniadi. Nama asli sesuai akte kelahiran adalah Untung Kurniadi. “Untuk nama HM sendiri di dapat saat saya naik Haji, menjadi Haji Muhamad, nama saya yang benar adalah Untung Kurniadi,” tandas Untung. (VIL)

Komentar

komentar