Home » Hukum » Karaoke di Sidang Bansos

Karaoke di Sidang Bansos

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Semakin larut, sidang suap Dana Bantuan Sosial Kota Bandung yang melibatkan mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono, sempat sedikit melenceng dari perkara yang sedang diadili. Hal itu tidak lepas dari enggannya Ramlan Comel, hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung yang menjadi saksi, mengakui dirinya tidak mengenal Toto Hutagalung, salah satu terdakwa.

Dalam sidang yang digelar di Ruang I PN Bandung tersebut, Comel menepis dirinya mengenal Toto, termasuk juga karaoke yang dibiayai Toto. Gemas dengan keterangan yang diberikan Comel, Toto menyatakan, bahwa Comel pernah meminta obat perangsang kepada dirinya saat sedang berkaraoke. “Tidak hanya dua tiga kali saudara saksi berkaraoke, apakah saudara ingat?” tanya Toto. “Tidak pernah!” tukas Comel.

Sebelumnya, Hakim Ketua Nur Hakim sempat menyinggung adanya Pemandu Lagu (PL) bila berkaraoke, hal itu tidak lepas dari adanya dana hiburan untuk majelis hakim yang menyidangkan perkara Bansos Kota Bandung. “Yang saya tahu, saya baca, kalau karaoke ada yang namanya pemadu lagu, saudara pernah ditemani?” tanya Nur Hakim pada Comel. “Tidak pernah. Karena saya tidak suka karaoke, saya tidak bisa nyanyi,” jawab Comel.

Comel beserta Jojo Joheri banyak menyanggah pertanyaan majelis hakim juga jaksa, termasuk menghitung uang di ruang kerja Setyabudi. Bahkan, orang suruhan Toto yang juga menjadi terdakwa, Asep Triana, ikut geram dengan pernyataan yang disampaikan Comel, padahal dia sendiri mengantar sang hakim ke rumah majikannya itu. Hanya keterangan Jojo yang tidak dipermasalahkan oleh mereka, karena memang tidak dikenal.

Sidang sendiri baru berakhir pukul 20.10. Ini bukan pertama kalinya sidang berlangsung hingga malam, maka itu majelis hakim mewacanakan jadwal sidang menjadi dua kali seminggu, yakni Kamis-Jumat. Namun, usulan tersebut belum disepakati para pihak, yaitu penasehat hukum dan Jaksa Penuntut Umum di Komisi Pemberantasan Korupsi. Sehingga persidangan tetap berjalan seminggu sekali dan akan dilanjutkan Kamis (17/10) mendatang. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.