Home » Hukum » PT KAI Siap Amankan Aset Miliknya

PT KAI Siap Amankan Aset Miliknya

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ternyata hingga kini lahan-lahan dan aset-aset milik PT Kereta Api Indonesia bermasalah. Itu terjadi karena banyaknya lahan dan aset PT KAI, tidak hanya dihuni, tetapi juga, diklaim pihak lain. “Di area Banten-DKI-Jabar, sangat banyak asset kami yang bermasalah. Bentuknya, tidak hanya lahan, tetapi juga bangunan dan rumah dinas,” ujar Vice President Aset Wilayah Barat PT KAI, Mateta Rizaulhaq, di Jalan Aceh Bandung, Jumat (4/10).

Mateta menegaskan, melihat kondisi itu, pihaknya bertekad dan bersiap untuk secara serius mempertahankan dan mengamankan seluruh aset milik lembaga BUMN yang bergerak dalam jasa transportasi massal tersebut. Menurutnya, pada tahap awal, pihaknya fokus untuk mengamankan asset berupa stasiun. Kemudian, lanjutnya, aset-aset dan lahan-lahan yang produktif.

Sebenarnya, ungkap Mateta, upaya pihaknya untuk melakukan pengamanan asset berlangsung sejak lama. Namun, aku Mateta, sejauh ini, masih belum optimal. Itu karena, kilah dia, pihaknya masih memiliki keterbatasan. Meski demikian, hal itu tidak membuat pihak PT KAI menyurutkan rencananya untuk mengamankan dan mempertahankan aset-aset tersebut.

Ia mengungkap, secara total, luas aset PT KAI, yang tersebar di 3 Daerah Operasional, yaitu Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, dan Daop 3 Cirebon, mencapai puluhan juta meter persegi. “Angkanya, sekitar 74.440.612,21 meter persegi. Luas lahan yang sudah tersertifikasi seluas 46.287.433,99 meter persegi. Aset itu tersebar di wilayah Jakarta-Banten, lalu Bandung, dan Cirebon,” kata Mateta.

Aset-aset itu, imbuh Mateta, terdiri atas 13.265.150,53 meter per segi berupa asset produktif, dan 61.175.462,24 meter per segi asset non-produktif. Dalam hal bangunan dinas, lanjutnya, jumlahnya sebanyak 942 unit. “Sementara rumah dinas sejumlah 4.903 unit,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.