Home » Hukum » Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dituntut 4.5 Tahun Bui

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dituntut 4.5 Tahun Bui

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, mendengarkan tuntutan dari Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (23/9). Djuher dianggap menerima suap untuk perizinan tempat pemakaman bukan umum di Antajaya. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, mendengarkan tuntutan dari Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (23/9). Djuher dianggap menerima suap untuk perizinan tempat pemakaman bukan umum di Antajaya. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Dianggap menerima suap terkait pengurusan izin lokasi tempat pemakaman bukan umum di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, dituntut 4,5 tahun penjara oleh jaksa.

Dalam berkasnya, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menganggap Djuher telah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 5 ayat (2) UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 18 jo. Pasal 64 jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP yang ada dalam dakwaan subsidair.

“Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan serta denda 200 juta rupiah yang bila tidak dibayar diganti kurungan penjara selama 4 bulan,” ujar Ely Kusumastuti, Jaksa dari KPK, dalam pembacaan tuntutannya di Ruang Sidang I Pengadilan Negeri Bandung, Senin (23/9).

Menanggapi permohonan jaksa tersebut, Djuher mengajukan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan yang dikenakan padanya. Usai sidang, keluarga Djuher langsung memeluknya dan menangis.

Kasus ini berawal dari rencana Direktur PT Garindo Perkasa, Sentot Susilo, yang berencana membangun TPBU di Antajaya pada akhir 2011. Kemudian, dirinya meminta kepada Ida Nuraida, Komisaris Utama PT Garindo Perkasa biaya Rp 40 miliar, termasuk dana untuk pengurusan izin sebesar Rp 3 miliar.

Singkat cerita, dana pengurusan izin diterima Usep Jumeno, Listo Welly Sabu, Doni Ramadhani (Kasubag Penataan Wilayah Sekretariat Kab Bogor), Rosadi Saparudin (Kadis Kebersihan dan Pertamanan), Saptari (Kaur Humas dan Agraria), dan Djuher sendiri. (VIL) 

Komentar

komentar