Home » Headline » Bea dan Cukai Tangkap 2 WN India

Bea dan Cukai Tangkap 2 WN India

Pelaku penyelundupan narkotika jenis shabu diamankan petugas Bea dan Cukai, Rabu (11/9). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Pelaku penyelundupan narkotika jenis shabu diamankan petugas Bea dan Cukai, Rabu (11/9). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung bekerjasama dengan Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat serta Badan Narkotika Nasional berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis metamphetamine atau shabu di Bandara Husein Sastranegara, Sabtu (7/9) lalu.

Seperti diuraikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jabar, Kusdirman Iskandar, penangkapan sendiri dilakukan berdasarkan kecurigaan petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara atas gerak-gerik seseorang berinisial ASI (48) yang tiba pukul 09.45 menggunakan pesawat Silk Air rute Singapura-Bandung.

“Dari hasil pemeriksaan, terdapat 3 bungkusan warna coklat yang disembunyikan dalam koper, yang di dalamnya berisi bubuk kristal warna bening dengan berat total 2900 gram. Dan setelah diuji, benda tersebut positif narkotika golongan I jenis shabu,” ujar Kusdirman dalam jumpa pers di Gedung Keuangan Negara, Rabu (11/9).

Tak hanya itu, petugas keesokan harinya atau Minggu (8/9) kembali meringkus 2 orang yang akan menyelundupkan narkoba jenis yang sama. Keduanya adalah MI (48) dan RA (48), warga negara India. Modus keduanya, seperti dituturkan Kusdirman, menyembunyikan pada lapisan sandal dan dikemas sedemikian rupa. “Dari mereka kita menyita shabu sebanyak 975 gram,” ungkapnya.

Dari ketiganya terdapat total harga narkotika Rp 6.975.000.000 dengan asumsi harga shabu Rp 1.800.000/gram. Kusdirman memaparkan, tindakan para pelaku dapat merugikan 19.375 ribu jiwa dengan perkiraan satu gram shabu digunakan untuk 5 orang. “Kerugian lebih besar adalah timbulnya dampak negatif akibat konsumsi narkoba, seperti tindak kriminal,” ucap Kusdirman.

Perbuatan para tersangka sendiri melanggar Pasal 102 huruf e UU No 17/2006 tentang Kepabeanan dan Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 112 ayat (2) UU No 35/2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukumannya adalah hukuman mati serta denda Rp 5 miliar. (VIL)

Komentar

komentar