Home » Headline » Setyabudi Minta Rekeningnya Tidak Diblokir

Setyabudi Minta Rekeningnya Tidak Diblokir

Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8). Setyabudi diduga menerima suap terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8). Setyabudi diduga menerima suap terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Peristiwa menarik terjadi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8). Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Nurhakim, mengadili orang yang digantikannya, Setyabudi Tedjocahyono, dalam sidang suap perkara Dana Bantuan Bantuan Sosial Kota Bandung 2009-2010.

Dalam sidang yang digelar di Ruang I PN Bandung, Setyabudi terlihat sangat santai menghadapi dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satu hakim PN Bandung yang ikut menyaksikan jalannya persidangan bahkan berkomentar, bila bekas rekan seprofesinya itu tampak tidak memiliki beban.

Setyabudi sendiri ditangkap KPK usai menerima uang dari Asep Triana (terdakwa lain) di ruang kerjanya. Uang itu untuk mempengaruhi putusan sidang perkara Dana Bansos Kota Bandung yang melibatkan 7 terdakwa. Dalam dakwaan yang dibacakan Ali Fikri, Setyabudi bersama anggota majelis lainnya, yaitu Ramlan Comel dan Djojo Djauhari setelah menerima uang sejumlah Rp 1.810.000.000 dan USD 160.000 serta barang berupa perabotan dan fasilitas hiburan, menjatuhkan putusan kepada 7 terdakwa, yaitu Rochman, Firman Himawan, Luthfan Barkah, Yanos Septadi, Uus Ruslan, Havid Kurnia, dan Ahmad Mulyana.

Tak hanya itu, terdakwa juga ikut mempengaruhi putusan di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jawa Barat untuk menguatkan putusan PN Bandung. Untuk bantuan tersebut disiapkan dana Rp 1 miliar melalui tim majelis hakim tinggi, Pasti Serfina Sinaga. Maksud penyerahan tersebut, agar tidak melibatkan Walikota Bandung Dada Rosada, Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi, juga Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat.

Setyabudi didakwa pasal berlapis oleh KPK. Jaksa mengenakan Pasal 12 huruf c, Pasal 6 ayat (2), Pasal 11 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di dakwaan pertama. Di dakwaan kedua, ia dikenakan Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 5 ayat (1) UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Serta di dakwaan ketiga diterapkan Pasal 12 huruf a dan Pasal 5 ayat (1) UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 jo. Pasal 64 KUHP. Dengan semua itu, Setyabudi terancam hukuman penjara seumur hidup.

Eksepsi alias nota keberatan langsung diajukan penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim yang akan dibacakan di sidang selanjutnya, Kamis (22/8). Tak hanya itu, beralasan keluarga, Setyabudi memohon agar rekening miliknya tidak diblokir. (VIL)

Komentar

komentar