Home » Headline » Temukan Dugaan Korupsi Puluhan Miliar Rupiah, Kejari Bandung Geledah Perusahaan Rekanan BUMN

Temukan Dugaan Korupsi Puluhan Miliar Rupiah, Kejari Bandung Geledah Perusahaan Rekanan BUMN

Kepala Kejari Bandung, Febrie Adriansyah, memberikan keterangan soal dugaan korupsi di Kantor Kejari Bandung, Selasa (14/5).

Kepala Kejari Bandung, Febrie Adriansyah, memberikan keterangan soal dugaan korupsi di Kantor Kejari Bandung, Selasa (14/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kejaksaan Negeri Bandung menangkap 5 orang terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di sebuah perusahaan yang terletak di Jalan Bengawan pada Selasa (14/5). HS, S, DW, Y, dan S, saat ini masih diperiksa oleh pihak kejaksaan atas kegiatan fiktif yang diselenggarakan bersama salah satu Badan Usaha Milik Negara di Bandung. HS sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Menurut Kepala Kejari Bandung Febrie Adriansyah, pihaknya telah mengamati tindakan tersangka sejak satu bulan lalu dan intelijen meminta gerak cepat.

“Transaksi ini berbentuk IT (informasi teknologi) dan gampang dihilangkan. Maka itu, pada jam 9 pagi kita lakukan penggeledahan di perusahaan tersebut,” ujar Febrie dalam jumpa pers di Kantor Kejari Bandung.

Seperti diterangkan Febrie, HS memiliki perusahaan yang selalu menyelenggarakan kegiatan besar dengan BUMN tersebut selama periode 2010-2013, namun kegiatan tersebut tidak pernah diadakan dan hanya ada laporan pertanggungjawabannya saja.

“HS punya perusahaan dan memiliki kegiatan yang tiap minggu memiliki kegiatan besar dan tidak pernah diadakan hanya pertanggungjawaban keuangan. Dia menerima 3 sampai 4 kegiatan rutin dari BUMN tersebut,” terang Febrie.

Ia menyebut, ada oknum dari BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi itu menerima uang 300 hingga 500 juta rupiah tiap bulannya. Febrie menyatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus ini untuk mencari siapa saja yang bertanggung jawab. 4 orang yang diamankan bersama HS, adalah karyawan HS dan salah satunya adalah perempuan, yang statusnya masih sebagai saksi.

“Tidak tertutup kemungkinan, kalau kita menemukan bukti baru yang menjerat mereka. Kita akan tetapkan mereka sebagai tersangka,” tegas Febrie.

Kejari Bandung sendiri belum dapat menghitung kerugian negara akibat perbuatan tersangka. Seperti dikatakan Febrie, pihaknya akan meminta bantuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jawa Barat dalam menghitung kerugian dari kasus tersebut.

Ditambahkan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Bandung, Rinaldi Umar, 5 perusahaan yang dimiliki HS adalah Tri Utama Jaya, Dimensi Jaya Perkasa, CV. Bintang Anugerah, PT. Cahaya Harmoni, serta Arco Tri Utama Mandiri. “Lokasi  perusahaan ada di beberapa tempat, tapi untuk operasional berpusat di Jalan Bengawan,” imbuh Rinaldi.

Dalam penangkapan tersebut, pihak Kejari Bandung mengamankan beberapa barang bukti, yakni dokumen pertanggung jawaban kegiatan , 2 unit CPU, 1 laptop, 2 mobil yang diduga milik tersangka.

Atas perbuatannya, HS akan dikenakan Pasal 2 dan 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan tidak tertutup kemungkinan disangkakan UU No 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (VIL)

Komentar

komentar