ojk
Home » Headline » Dugaan Kecurangan PPDB SMP, Ini Harapan Para Orang Tua

Dugaan Kecurangan PPDB SMP, Ini Harapan Para Orang Tua

Suasana kondusif dan lancar terjadi saat daftar ulang siswa baru di SMPN 45 Bandung, Selasa (10/7).   (jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kota Bandung, mengalami permasalahan cukup serius. Penerapan sistem zonasi memunculkan terjadinya dugaan kecurangan data tempat tinggal sejumlah calon peserta didik batu tingkat SMP.

Dugaannya, terjadi manipulasi data. Informasi dan data yang dihimpun jabartoday.com, menunjukkan salah satu dugaan tersebut  yaitu adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejumlah peserta didik baru yang benar-benar sama. Tentunya, hal itu sangat merugikan.

Calon peserta didik baru, yang tempat tinggalnya memang masuk zonasi. tersisihkan oleh peserta didik yang dugaannya melakukan kecurangan. Saat pengumuman rekapitulasi PPDB, Senin (9/7), ratusan warga pun menggeruduk Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk mengklarifikasi sekaligus meminta instansi pendidikan itu untuk melakukan langkah kongkret yang lebih transparan.

“Kami harap, ada pengusutan dan pengungkapan masalah PPDB SMP  tersebut. Soalnya. Tidak tertutup kemungkinan terjadi kecurangan,”tandas salah satu orang tua siswa yang sangat berkeberatan identitasnya ditulis, Selasa (10/7).

Misalnya, kata wanita berkerudung ini, dugaan proyek pembuatan kartu keluarga baru di sebuah daerah yang lokasinya berdekatan dengan beberapa SMP favorit. Lalu, sambungnya, saat penutupan pendaftaran, pada Minggu (8/7′), bermunculan sejumlah data yang janggal. Di antaranya, NIK siswa.

Sayangnya  Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana, sangat sulit dihubungi. Yang bersangkutan tidak memberi jawaban saat jabartoday.com mencoba menghubunginya melalui pesan Whatsapp. Elih pun tidak menjawab panggilan telepon.

Sementara itu, proses daftar ulang siswa baru tingkat SMP di Kota Bandung, Selasa (10/7)  relatif kondusif dan lancar. Satu di antaranya, yang bergulir di SMP Negeri 45 Bandung, yang membuka 9 kelas bagi para siswa baru.

Para orang tua mengantarkan putra-putrinya melakukan daftar ulang secara tertib. “Alhamdulillah, lancar, tidak ada kendala,” ucap Vina  warga kawasan Antapani, saat mengantarkan anaknya daftar ulang.  (win)

Komentar

komentar