ojk
Home » Headline » Dr. Eko Mursito Budi, Sang Penemu Mesin Fotonik Batik

Dr. Eko Mursito Budi, Sang Penemu Mesin Fotonik Batik

Pakar Teknik Fisika ITB, Dr. Ir. Eko Mursito, M.T.(itb.ac.id)

JABARTODAY.COM-BANDUNG. Ketersediaan cahaya matahari disini menjadi faktor penting untuk memproduksi batik, terutama kain yang menggunakan zat warna indigosol. Namun tak semua daerah bisa mendapatkan sinar matahari yang melimpah seperti halnya di negara Indonesia.

Untuk itu, seorang pakar Teknik Fisika ITB, Dr. Ir. Eko Mursito, M.T, mencoba mengaplikasikan penggunaan teknologi pengganti sinar matahari pada pembuatan kain batik tradisional Indonesia agar batik dapat diproduksi dimana dan kapan saja.

Pertama yang dilakukan oleh Dr. Eko Mursito adalah mendapatkan zat warna pengganti Indigosol. Zat warna lain yang umum digunakan adalah Naftol. Berbeda dengan indigosol, zat ini tidak memerlukan proses aktivasi, sehingga zat warna yang telah terikat pada kain dapat langsung diaktivasi dengan larutan asam tanpa melalui proses penjemuran.

Namun demikian, Indigosol masih menjadi zat warna utama bagi para produsen batik. Kembali pada penggunaan zat warna ini, membuat Dr. Eko Mursito memiliki ide untuk menciptakan mesin yang dapat mengaktivasi indigosol tanpa bantuan sinar matahari. Mesin ini yang kemudian disebut sebagai mesin fotonik batik. (sumber: itb.ac.id)

Komentar

komentar