Home » Headline » BNPB Nyatakan Titik Api Kebakaran Hutan Menurun 32,6 % Selama 2017

BNPB Nyatakan Titik Api Kebakaran Hutan Menurun 32,6 % Selama 2017

JABARTODAY.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data penurunan titik api/panas (hotspot) selama tahun 2017 di Indonesia.

Hasilnya, jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan berkurang, indeks standard pencemaran udara normal hingga sehat, jarak pandang normal, dan aktivitas masyarakat berjalan nomal. Sejauh ini tidak ada lagi bandara yang tertutup akibat asap.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, jumlah hotspot dari pantauan satelit NOAA menurun 32,6 persen selama tahun 2017 dibandingkan tahun 2016.
“Pada tahun 2016 jumlah hotspot dari NOAA sebanyak 3.563 sedangkan selama 2017 sebanyak 2.400 titik. Begitu juga hotspot kebakaran hutan dan lahan dari pantauan satelit Terra-Aqua, terjadi penurunan 46,9 persen. Selama tahun 2016 terdapat 3.628 hotspot, sedangkan tahun 2017 sebanyak 1.927 titik untuk tingkat kepercayaan di atas 80 persen,” ujar Sutopo kepada pers, Rabu (25/10).
Sutopo menuturkan, berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas kebakaran hutan dan lahan juga berkurang.
Selama tahun 2017, kata Sutopo, terdapat 124.983 hektare hutan dan lahan yang terbakar. Menurutnya, angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2016 seluas 438.360 hektar dan tahun 2015 seluas 2,61 juta hektar.
Selain itu menurutnya, ada pergeseran lokasi kebakaran hutan dan lahan. Jika sebelumnya daerah yang banyak terbakar adalah di Sumatera dan Kalimantan, pada 2017, bergeser ke NTT, NTB dan Papua.
“Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2017, daerah yang banyak terbakar di NTT seluas 33.030 hektare, NTB 26.217 hektare, dan Papua 16.492 hektare,” ujarnya.

 

Komentar

komentar