Home » Headline » Pasukan Irak Rebut 44 Sumur Minyak di Nineveh Irak Utara

Pasukan Irak Rebut 44 Sumur Minyak di Nineveh Irak Utara

JABARTODAY.COM- Pasukan keamanan Irak pada Jumat (20/10) merebut 44 sumur minyak di daerah sengketa di Provinsi Nineveh, Irak Utara, setelah penarikan pasukan Peshmerga Kurdi, kata militer Irak.

Divisi Ke-15 Angkatan Darat sepenuhnya menguasai Kota Kecil Zummar, selain 44 sumur minyak di dekatnya di ladang minyak Ayn Zala dan Butma, kata kantor media Komando Operasi Gabungan Irak (JOC) di dalam satu pernyataan singkat, sebagaimana dikutip dari Xinhua.

Zummar terletak sekitar 60 kilometer di sebelah barat-laut Ibu Kota Provinsi Nineveh, Mosul,

Pada Jumat pagi, pasukan keamanan Irak dikerahkan kembali di Kota Kecil Altun Kupri, sekitar 40 kilometer di sebelah utara Kirkuk, dan sepenuhnya menguasai kota kecil tersebut setelah bentrokan pada pagi hari dengan pasukan Peshmerga.

Kota kecil strategis Altun Kupri berada di antara Kirkuk dan Ibu Kota Regional Kurdi, Erbil.

Gerak maju pasukan keamanan di Provinsi Nineveh dan Atlun Kupri terjadi beberapa hari setelah pasukan Irak merebut kembali instalasi minyak, ladang minyak dan pipa saluran di Provinsi Kirkuk, yang kaya akan minyak dan daerah sengketa lain di luar Wilayah Kurdi.

Pada Senin, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi, yang juga adalah Panglima Tertinggi Pasukan Keamanan Irak, memerintahkan pasukan pemerintah memasuki Provinsi Kirkuk di Irak Utara untuk merebut kembali kekuasaan atas daerah sengketa, yang memiliki penghuni bermacam suku.

Ketegangan meningkat antara Baghdad dan Wilayah Kurdi setelah suku Pemerintah Wilayah Kurdi menyelenggarakan referendum kontroversial mengenai kemerdekaan Wilayah Kurdistan dan daerah sengketa.

Kemerdekaan Wilayah Kurdistan ditentang bukan hanya oleh Pemerintah Sentral Irak, tapi juga oleh negara lain sebab itu akan mengancam keutuhan Irak dan merusak perang melawan petempur fanatik IS.

Negara tetangga Irak, terutama Turki, Iran dan Suriah khawatir upaya kemerdekaan Suku Kurdi Irak mengancam keutuhan wilayah mereka juga, sebab banyak penduduk Kurdi hidup di ketiga negara itu.

Komentar

komentar