Home » Headline » Menkominfo Akui Tidak Mudah Kontrol Medsos

Menkominfo Akui Tidak Mudah Kontrol Medsos

Menkominfo, Rudiantara
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi (iptek), keberadaan teknologi (TI) informasi pun turut berkembang. Namun, perkembangan TI ibarat pedang bermata dua.

“Artinya, dapat berefek positif, dapat pula negatif,” tandas Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, usai Deklarasi Anti-Radikalisme Perguruan Tinggi di Jabar, di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur Bandung, Jumat (14/7).

Dijelaskan, dunia maya terbagi 2. Yaitu, ujarnya, website atau situs dan media sosial (medsos), semisal facebook, instagram, twitter, dan lainnya. Rudiantara berpendapat, situs mudah pengontrolannya. Akan tetapi, aku Rudi, sapaan akrabnya, tidak demikian dengan medsos. Menurutnya, kontrol terhadap medsos agak sulit karena melibatkan penyedia platform.

Sejauh ini, ungkap Rudi, pihaknya meminta para penyedia platform untuk memenuhi permintaan pemerintah demi kepentingan negara. Namun, tuturnya, pihaknya kecewa karena hanya 50 persen yang bersedia memenuhinya. Ditegaskan, demi kepentingan negara, penyedia platform harus melakukan sejumlah perbaikan agar pemanfaatan medsos lebih positif.

“Sebenarnya, kami tidak ingin menutup medsos, yamg di dalamnya terdapat video file sharing. Kami lebih mengedepankan kerjasama. Untuk itu, kami meminta para penyedia platform, tahun ini, membuka kantor di Indonesia, bukan berupa consulting services company. Ini supaya terciptanya stabilitas dan kondusivitas di negara ini, termasuk dalam hal bisnis,” paparnya. (win)

 

 

Komentar

komentar