Home » Bandung Raya » Menghilang, Bocah 12 Tahun Diduga Dijadikan PSK

Menghilang, Bocah 12 Tahun Diduga Dijadikan PSK

Suzan Christiane memperlihatkan selebaran berisi foto anaknya kepada media, Kamis (16/10). Sheril Margareta, sang anak, diduga dibawa kabur oleh seorang pemuda. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Suzan Christiane memperlihatkan selebaran berisi foto anaknya kepada media, Kamis (16/10). Sheril Margareta, sang anak, diduga dibawa kabur oleh seorang pemuda. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Seorang ibu akan melakukan apapun demi anaknya. Tak jauh beda dengan yang dilakukan Suzan Christiane (31) yang mencari anak sulungnya, Sheril Margareta (12), yang diduga dibawa kabur oleh pemuda berinisial R (26).

Beragam upaya pencarian pun telah dilakukan oleh Suzan dan keluarganya, termasuk melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian. Dari infomasi yang didapat Suzan, anaknya tersebut dipekerjakan oleh R menjadi pekerja seks komersial, bahkan R sendiri sudah diperiksa di Polrestabes Bandung, namun dilepaskan kembali.

Kisahnya sendiri berawal satu bulan lalu, Suzan mulai khawatir anaknya tidak pernah pulang ke rumahnya di daerah Margahayu. Beberapa waktu sebelum menghilang, Sheril sendiri sudah sering pulang malam. Tidak mendapatkan kabar sama sekali, Suzan mulai menyebarkan foto anaknya di jalan.

Saat dirinya menyebarkan selembaran di kawasan Cibiru pada September lalu, ada beberapa orang, yaitu tukang ojeg, pedagang asongan, dan warga sekitar yang pernah melihat anak sulungnya tersebut beberapa kali menaiki angkutan umum.

“Setelah beberapa kali ditunggu di daerah Cibiru ga pernah kelihatan lagi, tukang ojeg juga ga pernah lihat. Dari situ kehilangan jejak lagi,” ujar Suzan saat ditemui di kawasan Soekarno-Hatta, Kamis (16/10) siang.

Petunjuk pun mulai terlihat ketika ada nomer telepon pada awal Oktober melakukan beberapa kali kontak kepada dirinya. Dan setelahnya, komunikasi beberapa kali dilakukan olehnya melalui pesan singkat.

“Saat ditelpon balik diangkat yang ngomong perempuan dan saya yakin itu anak saya tapi cuma diam. Dari situ saya SMS dan dijawab ‘ini mami’. Dan ditelepon lagi dan itu memang anak saya, ngakunya ada di Medan, tapi ga mungkin soalnya saat telepon ada adzan Isya, jadi ga mungkin di Medan karena adzannya sama. Kalau di Medan jangka waktunya beda,” paparnya.

Yang menyakitkan bagi dirinya adalah saat menerima SMS dari seseorang yang bertanya apakah ia mengenal Vierra. Merasa tak kenal, Suzan menjawab tidak tahu. Namun, feeling seorang ibu dan penasaran timbul darinya dan bertanya makin banyak ke orang tersebut, terutama ciri-ciri sosok Vierra. “Ternyata anak saya sering minjem hape untuk ngehubungin. Dan begitu saya telepon, saya ketemu dan tunjukin selebaran, orang itu mengatakan itu orangnya (Vierra). Langsung saya kaget,” ucapnya terbata-bata.

Setelah itu kontak kembali hilang. Namun saat Senin (14/10) lalu, ada orang yang memberi informasi bahwa anaknya berada di daerah Ujung Berung dan tinggal bersama seorang pria dalam satu rumah beberapa minggu terakhir ini.

“Setelah saya ketemu sama orang yang ngasih informasi. Saya tahu rumah pria yang bawa anak saya. Disitu saya sama adik datengin rumahnya (R) dan ketemu sama dia, tapi ga ngaku,” terang Suzan.

Saat itu juga Suzan memeriksa telepon genggam R dan mendapatkan foto R sedang bersama anak sulungnya tersebut ditambah dengan adanya beberapa sms antara R dengan Sheril yang isinya ‘Nanti beres booking jam 8 jemput di tempat biasa’ atau ‘lagi dibawa sama om’.

“Saya langsung laporan ke Polsek Ujung Berung dan dilimpahkan ke Polrestabes. Dia (R) sudah diperiksa oleh penyidik namun dipulangkan lagi dan hanya dikenai wajib lapor,” tuturnya.

Alasan penyidik memulangkan R, seperti diceritakan Suzan, karena tidak adanya korban, kurangnya bukti, serta adanya jaminan dari pihak orang tua R bahwa R tidak akan kabur.

Disinggung saat pemeriksaan sendiri, R tidak mengakui bahwa dia telah mempekerjakan anak Suzan menjadi PSK, namun R mengaku telah menggauli anaknya sebanyak dua kali. “Dia sudah ngaku ke penyidik telah berhubungan badan sama Viera nama panggilan anak saya sebanyak dua kali. Selain itu ngaku ke penyidik suka bawa anak saya ke DS, BRI Tower, sama daerah Suci. Tapi anehnya sudah kaya gitu ga ditahan, saya juga ga ngerti,” keluh Suzan.

Di akhir pembicaraan, sambil berlinang air mata, perempuan berambut panjang itu meminta agar Sheril alias Vierra untuk pulang. Ia berjanji akan melupakan semuanya apapun yang terjadi dan akan menerima anaknya apa adanya. “Saya ingin perbaiki hubungan saya dengan dia. Saya tahu saya kurang dekat dengan dia karena kesibukan saya,” sahut Suzan lirih. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.