Home » Headline » Jabar Kembangkan Biometan

Jabar Kembangkan Biometan

biogasJABARTODAY.COM – BANDUNG

Tingkat kebutuhan energi terus meningkat seiring dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Sejauh ini, pemenuhan kebutuhan energi masih lebih banyak oleh energi fosil, seperti bahan bakar minyak yang terus menyusut.

Karenanya, perlu adanya berbagai upaya untuk mengembangan energi terbarukan, diantaranya energi terbarukan yang kini dikembangkan Jawa Barat, yaitu biometan. “Benar. Kami memang terus berusaha untuk melakukan pengembangan biometan,” ujar Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jabar Bidang Pertanian dan Peternakan, Sonson Garsoni.

Sonson mengemukakan, untuk mengembangkan biometan, pihaknya memanfaatkan biogas alam, yang sumbernya tersebar di bumi Pajajaran. Memang, kata Sonson, banyak anggapan bahwa biogas alam itu kurang bermanfaat. Namun, jika sudah melalui pemurnian, manfaatnya sangat besar. “Biogas alam itu dapat menjadi biometan,” tukasnya.

Diutarakan, biometan terdapat pada berbagai komoditi alam, semisal, gulma, tumbuh-tumbuhan, termasuk kotoran sapi. Menurutnya, untuk memprodksi biometan, Jabar dapat memanfaatkan sekitar 20 peternakan sapi.

Dikatakan, jika setiap peternakan besar, terdapat 10 ribu ekor sapi, produksi limbah biogas dapat mencapai 250 ton per hari. Setiap tonnya dapat menghasilkan sekitar 40 meter kubik biometan. “Angka itu setara dengan produksi 5 ton elpiji per hari,” terangnya.

Memandang hal tersebut, Sonson menyatakan, para peternak dapat memproduksi biometan. Caranya, terang dia, dengan memanfaatkan biogas alam yang berupa kotoran sapi.

Sonson berpendapat, biometan memiliki berbagai kelebihan daripada elpiji. “Apabila terjadi kebocoran, biometan menguap begitu saja. Karenanya, saat ini, banyak negara maju, seperti Jerman, sudah memanfaatkan biometan sebagai sumber energi terbarukan untuk mendukung pertumbuhan pertumbuhan sektor industrinya,” papar Sonson.

Sebenarnya, ungkap Sonson, di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang kini mengembangkan biometan, baik sebagai sumber energinya, maupun pemanfaatannya bagi masyarakat. Namun, sejauh ini, pemanfaatan bagi masyarakat, sifatnya masih terangkum dalam program Corporate Sosial Responsibility (CSR).

Karenanya, tegas Sonson, pihaknya siap memfasilitasi pengembangan biometan tersebut. “Ini dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian, khususnya, untuk Jabar,” tutup Sonson. (VIL)

Komentar

komentar