ojk
Home » Ekonomi » Seperti Ini Prediksi Inflasi Akhir Tahun

Seperti Ini Prediksi Inflasi Akhir Tahun

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Biasanya, pada momen-momen tertentu, kerap terjadi kenaikan permintaan. Hal itu dapat berpengaruh pada laju inflasi.

Adanya momen Natal dan Tahun Baru, perkiraannya, Jabar mengalami kenaikan inflasi. “Kami belum dapat memprediksi berapa inflasi pada Desember 2018. Tapi, jika melihat momentumnya, perkiraannya, ada potensi kenaikan inflasi dan deflasi sepertinya tidak terjadi,” tandas Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Jabar, Dody Herlando, di BPS Jabar, Jalan PHH Mustopha Bandung.

Dody berpendapat, potensi naiknya inflasi pada akhir tahun ini karena adanya peningkatan permintaan beberapa sektor, yaitu transportasi,  konsumsi, dan lainnya.

Menurutnya, kenaikan inflasi pada sektor transportasi karena banyaknya masyarakat yang bepergian karena adanya momen libur sekolah, Natal 2018, dan Tahun Baru 2019. Kondisi itu pun, kata Dody, dapat mendorong kenaikan permintaan serta kebutuhan konsumsi. Efeknya, ucapnya, tidak tertutup kemungkinan, harga jual beberapa komoditas naik.

Sementara itu, data BPS  menunjukkan, pada November, 2018, Jabar mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Artinya, selama Januari-November 2018, inflasi Jabar menjadi 2,97 persen.

Pada November 2018, Kota Bogor berkobtribusi terbesar terhadap inflasi Jabar, yaitu 0,39 persen. Lalu, Kota Bandung sebesar 0,36 persen. Berikutnya, Sukabumi 0,32 persen, Kota Cirebon 0,37 persen, Kota Bekasi 0,21 persen, Kota Depok 0,20 persen, dan Kota Tasikmalaya 0,26 persen.

Kelompok makanan menjadi penyumbang inflasi terbesar Jabar, yaitu 0,43 persen. Itu terdiri atas  bahan makanan sebesar 0,21 persen, serta makanan jadi, minuman, dan rokok sejumlah 0,22 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, gas, dan BBM serta kelompok transportasi, komunikasi, dan keuangan, sama-sama menyumbang inflasi sebanyak 0,41 persen. Berikutnya, kelompok kesehatan 0,26 persen, Selanjutnya, kelompok sandang sebesar 0,17 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sejumlah 0,01 persen. (win)

Komentar

komentar