ojk
Home » Ekonomi » Investasi Pengembangan Dua Pesawat Bernilai Raksasa

Investasi Pengembangan Dua Pesawat Bernilai Raksasa

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Melalui industri strategis, Indonesia terus melakukan berbagai pengembangan yang tercakup dalam Proyek Strategis Nasional. Satu di antaranya dalam hal kedirgantaraan, yaitu pembuatan pesawat.

Sebagai industri strategis bidang dirgantara, PT Dirgantara Indonesia (DI) (Persero) sudah menunjukkan kapasitasnya sebagai produsen pesawat yang diakui dunia. Sejunlah pesawat produk PT DI (Persero) digunakan banyak negara.

Tidak heran lembaga BUMN yang dulunya bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) ini terus mengembangkan produk-produknya. Adalah N219-i Nurtanio dan CN235 yang kini mereka kembangkan.

Agar program pengembangan kedua pesawat itu lebih maksimal, saat Indodefence Expo & Forum 2018, PT DI (Persero), PT DI (Persero) dan Tim Fasilitasi Pemerintah dalam Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA), menjalin kerjasama dalam sebuah nota kesepahaman bersama (NKB). Isinya tentang Fasilitasi Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah Terhadap Penerima Modal.

“Ini untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional,” tandas Irland Budiman, Manager Komunikasi PT DI (Persero), dalam keterangan resminya.

Irland menjelaskan, N219 Nurtanio, yang uji terbang perdana pada taun lalu, sampai kini masih menjalani serangkaian uji sertifikasi. Itu karena, terangnya, peruntukan pesawat, yang produksinya bertahap itu bagi customer dan masyarakat umum.

“Apabila delivery terus naik, produksi mencapai 36 unit per tahun. Tahap awal, produksinya 6 unit,” tuturnya. Selain N219i Nurtanio, tambahnya, pihaknya pun mengembangkan CN235.

Soal nilai investasi pengembamgan kedua pesawat itu, Irland mengutarakan, angkanya tergolong besar. “Fasilitasi PINA dapat meningkatkan kapasitas produksi N219 Nurtanio. Nilai investasinya sekitar USD 100 juta dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan investasi pengembangan pesawat CN235, nominalnya sekitar 300 juta dolar AS,” tutup dia.  (win)

Komentar

komentar