ojk
Home » Ekonomi » Likuidasi BPR Sinarenam, Ini yang Segera Dilakukan LPS

Likuidasi BPR Sinarenam, Ini yang Segera Dilakukan LPS

Samsu Adi Nugroho, Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam dunia perbankan, kinerja keuangan yang buruk berakibat fatal. Pencabutan izin usaha menjadi final punishment. Itu pula yang dialami PT Bank Perkreditan Rakya (BPR) Sinarenam Permai Jatiasih.

Sejak awal 2017, BPR yang berlokasi di Komplek Grand Bekasi Centre Blok A-15, Jalan Cut Meutia, Kabupaten Bekasi, Jabar itu kinerja keuangannya memburuk. Di antaranya, Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar minus 3 persen. Padahal, aturannya, KPMM minimal 8 persen. Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 2 Jabar mencabut izin usaha BPR itu mulai 8 November 2018.

Seiring dengan hal itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjalankan fungsinya. “Masalah BPR Sinarenam langsung kami tangani, Sesuai UU 24/2004, kami menjalankan fungsi penjaminan,” tandas Samsu Adi Nugroho, Sekretaris LPS, dalam ketrerangan resminya.

Pihaknya, jelas dia, menyiapkan proses likuidasi dan klaim para nasabah BPR itu, maksimal 90 hari kerja sejak pencabutan izin. Langkah-langkahnya, terang dia, melakukan rekonsiliasi dan verifikasi data.

Pihaknya pun, lanjutnya, mengambilalih hak dan kewajiban pemegang saham PT BPR Sinarenam Permai Jatiasih, termasuk menjalankan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR itu. “Berikutnya, kami membubarkan badan hukum perbankan tersebut, bentuk tim likuidasi, menetapkan BPR itu berstatus Bank Dalam Likuidasi. Lalu, menonaktifkan jajaran direksi dan dewan komisarisnya, urainya.

Samsu pun mengimbau seluruh nasabah tetap tenang. “Jangan terprovokasi isu-isu yang dapat mengganggu dan menghambat proses ini,” pungkasnya.  (win)

Komentar

komentar