ojk
Home » Ekonomi » Ini Bisa Jadi Jurus Memperkuat Rupiah

Ini Bisa Jadi Jurus Memperkuat Rupiah

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah tergerus oleh dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, posisi rupiah sudah menembus angka Rp 15.000 per dolar AS.

“Sebenarnya, depresiasi rupiah yang terjadi saat ini masih belum mengkhawatirkan karena fundamental ekonomi makro Indonesia masih oke. Tapi, tetap perlu diwaspadai,” tandas Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung, Aldrin Herwany, di Sekretariat ISEI Cabang Bandung, Jalan Banteng Bandung.

Menururtnya, saat ini, rupiah dalam proses pencarian titik new equilibrium atau keseimbangan baru. Meski demikian, tegas Aldrin, perlu berbagai langkah untuk memperkuat posisi rupiah.

Aldrin berpendapat, ada beberapa hal yang dapat menjadi langkah pemerkuatan rupiah. Di antaranya memperkuat sektor hilir. Langkah itu, jelasnya, berujung pada peningkatan volume ekspor.

Aldrin mengatakan, pemerkuatan sektor hilir itu di antaramya dalam hal meningkatkan industri pengolahan dan turunan produknya. “Butuh intervensi pemerintah agar industri pengolahan kuat. Selain itu, juga perlu adanya keterlibatan akademisi, yaitu dalam hal pendampingan dan riset,” seru Aldrin.

Menurutnya, keterlibatan alademisi untuk mendorong industri pengolahan, dalam hal ini, perguruan tinggi, adalah hal yang perlu. Pasalnya, jelas dia, keterlibatan perguruan tinggi dapat menaikkan nilai tambah dan daya saing keberadaan industri pengolahan.

Misalnya, terang Aldrin, dalam hal riset pengembangan pasar. Lalu, lanjut Aldrin, penerapan program pendampingan. Langkah-langkah itu, tukas Aldrin, dapat menunjang peningkatan ekspor. Jika ekspor menguat, sahut Aldrin, itu dapat membuat posisi rupiah menguat.

Dia berpandangan, sederhananya, agar pertumbuhan ekonomi terjaga sekaligus sebagai upaya pemerkuatan nilai tukar rupiah, butuh sinergi kuat. “Sinergi itu antara pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi. Jika sinergi itu terjalin, Insyaallah, ekonomi dan rupiah tetap terjaga,” tutupnya. (win) 

Komentar

komentar