ojk
Home » Ekonomi » Ini Porsi Terbesar Kredit BJB

Ini Porsi Terbesar Kredit BJB

Dirut bank bjb, Ahmad Irfan (tengah), berbincang dengan beberapa jajaran direksi dan manajemen bank bjb saat Analyst Meeting Q2 2018. (jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam dunia perbankan, kredit menjadi salah satu lini bisnis yang penting. Tidak heran apabila banyak lembaga perbankan yang tersendiri pertumbuhan kreditnya. Itu pun ditempuh PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb.

Menutup paruh tahun pertama 2018, perbankan BUMD Jabar-Banten itu mencatat angka penyaluran kredit yang bertumbuh positif. Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, usai Analyst Meeting Q2 2018 di Glass House Tiras Charlton Pacific Palace Jakarta, belum lama ini, mengatakan, hingga Juni 2018, pihaknya menggelontorkan kredit bernilai total Rp 72,3 triliun. Angka itu lebih baik daripada realisasi periode sama 2017 yang nilainya Rp 67,8 triliun.

Diungkapkan, komposisi penyaluran kredit tertinggi ada pada sektor konsumer. “Sejauh ini, kredit konsumer masih yang tertinggi. Nilainya hingga semester I 2018 sebesar Rp 48,7 triliun. Jumlah itu melampaui realisasi semester I 2017 yang nominalnya Rp 46,22 triliun,” tandas Ahmad Irfan.

Porsi berikutnya, ucap dia, yaitu kredit komersial. Hingga triwulan II 2018, tutur Ahmad Irfan, secara total, pihaknya mengucurkan kredit komersial bernilai Rp 12,4 triliun.

Bagaimana dengan kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)? Ahmad Irfan mengungkapkan, pihaknya memiliki perhatian besar kepada sektor tersebut karena sebagai salah satu motor ekonomi. Secara nilai, sebutnya, hingga 6 bulan pertama 2018, pihaknya menyalurkan kredit mikro berjumlah Rp 5,20 triliun. “Angka itu melebihi periode sama 2017, yakni Rp Rp 4,4 triliun.

Tahun ini, cetusnya, pihaknya menginginkan adanya pertumbuhan. Proyeksinya, sebut dia, pertumbuhan kredit selama 2018 sebesar 11-12 persen. Pihaknya, tegas dia, optimis dapat merealisasikan pertumbuhan kredit itu. “Adanya proyek-proyek APBD-APBN dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuat peluang pasar tetap terbuka,” pungkasnya. (win)

Komentar

komentar