ojk
Home » Ekonomi » Jelang 2020, Ini Jadi Trik BJB

Jelang 2020, Ini Jadi Trik BJB

Dirut bank Bjb, Ahmad Irfan (ketiga dari kiri), bersama jajaran pimpinan lainnya meresmikan pengoperasian bjb university, Jalan Cikapundung Bandung, Rabu (18/7). (jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Tingkat persaingan pasca bergulirnya agenda ASEAN Economic Community (AEC) alias Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) beberapa tahun lalu menjadi kian ketat. Untuk sektor perbankan, program kerjasama ekonomi ASEAN itu bergulir 2020.

Guna menyikapi kompetisi perbankan pada 2020 itu, lembaga-lembaga perbankan nasional melakukan beragam persiapan. Begitu pula PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb. Perbankan BUMD Jabar-Banten itu menyusun sejumlah program, satu di antaranya, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan andal.

Peningkatan kualitas SDM itu yang membuat bank bjb mengoperasikan Bjb University. “Sebenarnya, upaya peningkatan kualitas SDM, termasuk character building, kami lakukan sejak 2015, yaitu ketika teknis pelaksanaan programnya masih bergabung dengan STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Ekuitas, Jalan PHH Mustopha. Saat itu, kami sudah menyiapkan modul-modulnya, yang tentunya aplikatif,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, pada sela-sela Launching bjb University, Jalan Cikapundung Bandung, Rabu (18/7).

Diutarakan, bjb University merupakan upaya jajarannya menciptakan generasi dan SDM unggul serta berkualitas guna menyikapi berbagai kebutuhan, tantangan, termasuk meningkatkan bisnis. Selain itu, sambungnya, juga menjadi kiat perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung itu guna menyikapi bergulirnya AEC Perbankan 2020.

Dijelaskan, ada dua target dalam pengembangan SDM melalui bjb University. Jangka pendeknya, ucap Ahmad Irfan, strategi untuk menciptakan leader unggul. Sedangkan jangka panjangnya, tambah dia, melahirkan bankir unggul, baik level nasional maupun internasional.

“Kami bekerja sama dengan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) karena punya program berupa pengiriman karyawan untuk belajar ke mancanegara demi meningkatkan kualitasnya. Negara tujuannya banyak. Satu di antaranya, Singapura,” pungkas Ahmad Irfan.  (win)

Komentar

komentar